Hesti.id – 28 Juni 2026 | Pertumbuhan ekonomi di tengah sempitnya lapangan kerja formal menjadi salah satu isu penting yang perlu dicermati. Meskipun angka-angka ekonomi menunjukkan tren positif, kenyataannya banyak masyarakat yang masih kesulitan mendapatkan pekerjaan formal yang layak. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar, apakah pertumbuhan ekonomi benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat?
Saat ini, banyak lapangan kerja baru justru muncul di sektor informal. Contohnya, banyak orang yang beralih menjadi pedagang kaki lima, pekerja lepas, dan pengemudi transportasi daring. Meskipun sektor informal ini mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, sebagian besar pekerjanya tidak mendapatkan jaminan sosial, kepastian pendapatan, atau perlindungan ketenagakerjaan yang memadai. Ini menyebabkan mereka tetap hidup dalam kondisi ekonomi yang rentan.
Ada dua faktor utama yang membuat pencarian kerja semakin sulit. Pertama, persaingan yang ketat karena jumlah pencari kerja yang jauh lebih banyak daripada lowongan yang tersedia. Kedua, ketidaksesuaian antara keterampilan yang dimiliki oleh para pencari kerja dan kebutuhan di dunia kerja. Hal ini diperparah dengan pertumbuhan jumlah angkatan kerja yang terus meningkat setiap tahun, sementara penciptaan lapangan kerja formal tidak dapat mengimbangi.
Baca juga:
Di tambah lagi, perkembangan teknologi dan digitalisasi telah mendorong perusahaan untuk meningkatkan efisiensi melalui otomatisasi. Akibatnya, kebutuhan akan tenaga kerja di beberapa sektor berkurang, sehingga kesempatan untuk memperoleh pekerjaan formal semakin terbatas. Dengan demikian, meski ada peningkatan dalam jumlah pekerjaan yang tersedia, pertumbuhannya tidak cukup untuk mengimbangi peningkatan angkatan kerja yang terus bertambah setiap tahun, membuat persaingan untuk mendapatkan pekerjaan formal semakin ketat.
Pemerintah memiliki peran penting dalam memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi bersifat inklusif. Ini berarti harus ada upaya untuk menciptakan kesempatan kerja yang berkualitas. Beberapa langkah yang bisa diambil antara lain adalah peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan vokasi, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta mendorong investasi yang padat karya. Selain itu, perlindungan bagi pekerja di sektor informal juga harus diperkuat agar mereka mendapatkan hak-hak dasar sebagai pekerja.
Keberhasilan pembangunan tidak dapat diukur hanya dari tingginya angka pertumbuhan ekonomi. Yang lebih penting adalah sejauh mana pertumbuhan tersebut mampu menciptakan lapangan kerja formal, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan mengurangi ketimpangan. Jika pertumbuhan ekonomi tidak diikuti dengan perluasan kesempatan kerja, maka pertumbuhan tersebut hanya akan menjadi angka statistik yang manfaatnya tidak dirasakan oleh masyarakat.
Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi di tengah sempitnya lapangan kerja formal seharusnya tidak hanya berfokus pada peningkatan angka, tetapi juga pada kualitas pembangunan yang mampu membuka kesempatan kerja yang lebih luas dan memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat. Keberhasilan pembangunan akan lebih bermakna apabila setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pekerjaan yang layak dan meningkatkan kualitas hidup mereka.



![[Full] Ketua DEN Luhut Soroti MBG: Rencana Pelaksanaan Perlu Diperbaiki](https://hesti.id/wp-content/uploads/2026/06/full-ketua-den-luhut-soroti-mbg-rencana-pelaksanaan-perlu-diperbaiki.webp)







