Hesti.id – 27 Juni 2026 | Jakarta – Dalam upaya untuk perkuat ekosistem pendidikan nasional pemerintah pastikan Sekolah Rakyat, Negeri, dan Garuda berjalan terintegrasi, Kementerian Sosial melalui tenaga ahlinya, Andy Kurniawan, menegaskan pentingnya kolaborasi antar lembaga dalam penyelenggaraan pendidikan. Program-program ini dirancang sebagai satu kesatuan yang saling melengkapi untuk memperluas akses pendidikan, meningkatkan mutu, serta memastikan keadilan pendidikan bagi seluruh anak bangsa.
“Sekolah Rakyat bukan program yang berdiri sendiri. Ini adalah bentuk afirmasi negara yang terintegrasi dengan berbagai instansi terkait,” ungkap Andy dalam sebuah konferensi pers. Ia menekankan bahwa pendidikan harus melibatkan semua kementerian dan lembaga dalam satu ekosistem kebijakan yang terhubung. Dengan demikian, setiap instansi memiliki peran dan tanggung jawabnya masing-masing dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas.
“Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyusun kurikulum, Kementerian PUPR membangun fasilitas fisik, sementara pemerintah daerah menyediakan lahan. Semua komponen ini bekerja dalam satu ekosistem pendidikan yang utuh bersama Sekolah Negeri dan Sekolah Garuda,” tambahnya.
Baca juga:
Andy melanjutkan bahwa ada tiga nilai utama yang menjadi landasan penyelenggaraan Sekolah Rakyat. “Ada tiga kata kunci yang mudah dipahami untuk bisa menjiwai apa itu Sekolah Rakyat,” tegasnya. Pertama, Sekolah Rakyat bertujuan untuk memuliakan wong cilik, yakni memberikan perhatian kepada masyarakat yang kurang mampu. Kedua, menjangkau mereka yang selama ini belum terjangkau oleh layanan pendidikan. Ketiga, Sekolah Rakyat bertujuan untuk memungkinkan yang tidak mungkin, menghapus stigma bahwa kemiskinan menjadi penghalang untuk maju.
“Dengan pendekatan ini, pemerintah ingin memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak tanpa dibatasi oleh kondisi ekonomi keluarganya. Kita yakinkan mereka bisa bersaing, merubah keluarganya, dan menjadi agen perubahan,” tegas Andy.
Sejalan dengan itu, Pengamat Pendidikan R. Alpha Amirrachman menilai pembagian peran antara Sekolah Negeri, Sekolah Rakyat, dan Sekolah Garuda adalah strategi yang tepat. “Kebijakan pendidikan berlapis ini adalah terobosan yang krusial untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi bagi 3,4 juta anak yang terjebak dalam kemiskinan ekstrem,” ujar Alpha.
Alpha menambahkan bahwa kolaborasi antar kementerian dalam penyelarasan kurikulum dan standardisasi mutu akan memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter serta keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masa depan. “Kita sedang membangun fondasi SDM yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter dan memiliki keterampilan relevan seperti literasi AI dan data science,” tambahnya.
Pendidikan yang inklusif dan berkualitas adalah hak setiap anak. Dengan menerapkan program Sekolah Rakyat, Negeri, dan Garuda secara terintegrasi, pemerintah berupaya untuk memastikan bahwa tidak ada anak yang tertinggal dalam mendapatkan akses pendidikan yang layak. Di tengah tantangan sosial dan ekonomi yang ada, inisiatif ini diharapkan bisa meningkatkan kualitas hidup dan masa depan anak-anak di Indonesia.
Dengan demikian, perkuat ekosistem pendidikan nasional pemerintah pastikan Sekolah Rakyat, Negeri, dan Garuda berjalan terintegrasi menjadi langkah penting dalam mencapai tujuan pendidikan yang adil dan berkualitas untuk semua.










