27/06/2026

Ahmad Madani Ajak Siswa SMK Kuasai Keterampilan Pemasaran Masa Depan

Penulis

Pande Tóng

Ahmad Madani Ajak Siswa SMK Kuasai Keterampilan Pemasaran Masa Depan
Ahmad Madani Ajak Siswa SMK Kuasai Keterampilan Pemasaran Masa Depan

Hesti.id – 27 Juni 2026 | Jakarta, 26 Juni 2026 – Dalam menghadapi era yang didominasi oleh teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), big data, dan Marketing 5.0, Ahmad Madani dorong guru dan siswa SMK menguasai marketing future skills 2030. Pada seminar nasional online yang berlangsung pada 25 Juni 2026, Madani menekankan pentingnya pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri yang terus berubah.

Seminar ini, diselenggarakan oleh e-guru.id bekerja sama dengan Asosiasi Guru Marketing Indonesia (AGMARI), dihadiri oleh para guru, kepala program keahlian, dan praktisi pendidikan dari berbagai daerah di Indonesia. Pertanyaan utama yang diangkat adalah apakah kompetensi yang diajarkan saat ini masih relevan ketika siswa memasuki dunia kerja pada tahun 2030.

Ahmad Madani menjelaskan bahwa perubahan dalam industri pemasaran kini bergerak secara eksponensial, bukan lagi secara bertahap. Ia menekankan bahwa tugas guru tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga membantu siswa mengembangkan pola pikir, keterampilan masa depan, serta keberanian untuk terus belajar menghadapi perubahan. “Guru pemasaran harus membekali siswa dengan kemampuan untuk beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan kebutuhan industri,” ujarnya.

Diakui sebagai praktisi pemasaran yang berpengalaman, Ahmad Madani merupakan Co-Founder AGMARI dan Sekretaris Jenderal KOMISI. Ia telah berkontribusi dalam pembinaan lebih dari 400 SMK dari Aceh hingga Papua melalui berbagai program pelatihan dan seminar. Madani juga aktif sebagai juri nasional dalam Lomba Kompetensi Siswa di bidang Pemasaran dan Digital Marketing.

Dalam seminar tersebut, Ahmad Madani menjelaskan bahwa Marketing Future Skills 2030 mencakup berbagai kompetensi yang harus dikuasai oleh guru dan siswa. Dengan banyaknya perusahaan yang menggunakan AI untuk berbagai aspek pemasaran, penting bagi sekolah untuk menyesuaikan kurikulum dengan realitas industri yang terus berkembang.

Di tengah era phygital, siswa harus mampu menggabungkan pengalaman fisik dan digital dalam pemasaran. “Konsumen masa depan akan melakukan kombinasi aktivitas offline dan online dalam satu proses pembelian. Oleh karena itu, siswa perlu memahami perilaku konsumen digital dan cara memanfaatkan data pelanggan,” tambahnya.

Ahmad Madani juga memperkenalkan konsep Marketing 5.0, yang menggabungkan teknologi dengan empati manusia. Ia menegaskan bahwa meskipun teknologi dapat membantu dalam analisis data dan pemasaran, kemampuan manusia untuk memahami kebutuhan emosional pelanggan tetap tak tergantikan.

Selama seminar, lima keterampilan utama yang harus diajarkan hingga tahun 2030 juga diperkenalkan:

  • AI Literacy: Kemampuan untuk menggunakan AI secara produktif dan etis.
  • Storytelling: Membangun narasi yang menghubungkan pelanggan dengan merek.
  • Data Analytics: Membaca data dan memahami tren pelanggan.
  • Ethical Marketing: Melaksanakan pemasaran dengan cara yang jujur dan bertanggung jawab.
  • Adaptability: Kemampuan untuk belajar dan beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan.

Model SMK Creative Agency juga diperkenalkan sebagai pendekatan pembelajaran berbasis proyek yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk membantu UMKM setempat dalam pemasaran digital. Dengan cara ini, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktis yang berharga.

Ahmad Madani menekankan bahwa pendidikan vokasi perlu mempersiapkan siswa untuk profesi baru yang belum ada saat ini, seperti AI Marketing Strategist dan Virtual Sales Consultant. Dengan demikian, kemampuan beradaptasi menjadi kunci untuk tetap relevan di masa depan.

Sebagai penutup seminar, ia memperkenalkan formula sederhana untuk keberhasilan pemasaran di tahun 2030: Keberhasilan Marketing 2030 = (Kreativitas × AI Literacy) + Empati Manusia. Ia mengajak sekolah dan guru untuk mulai melakukan transformasi pembelajaran dengan langkah-langkah nyata seperti pengembangan pembelajaran berbasis proyek dan kolaborasi dengan industri.

Ahmad Madani dorong guru dan siswa SMK untuk menguasai marketing future skills 2030 agar siap menghadapi tantangan dunia kerja yang akan datang. Dengan pendekatan yang tepat, diharapkan pendidikan vokasi dapat menghasilkan lulusan yang siap bersaing di era digital.

Related Post

Tinggalkan komentar