26/06/2026

Siswa SMAN 1 Sokaraja Tingkatkan Literasi AI Melalui Pelatihan Inovatif

Penulis

Firdausyah Eblis Kaisar

Siswa SMAN 1 Sokaraja Tingkatkan Literasi AI Melalui Pelatihan Inovatif
Siswa SMAN 1 Sokaraja Tingkatkan Literasi AI Melalui Pelatihan Inovatif

Hesti.id – 26 Juni 2026 | Dalam upaya memperkuat literasi digital generasi muda, Pelatihan Literasi AI Berbasis Simulasi dan Prompt Engineering bagi Siswa SMAN 1 Sokaraja digelar oleh mahasiswa Program Studi S1 Informatika dari Fakultas Informatika Telkom University Purwokerto. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 4 hingga 6 Mei 2026 dan diikuti oleh 126 siswa kelas XI dari berbagai kelas di sekolah tersebut.

Pelatihan ini merupakan bagian dari implementasi Mata Kuliah Informatika untuk Masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang Artificial Intelligence (AI) dan keterampilan berpikir kritis. Kegiatan ini dibagi menjadi empat sesi, dengan masing-masing sesi berlangsung selama 90 menit, sehingga total durasi pembelajaran mencapai enam jam.

Selama pelatihan, siswa diperkenalkan pada berbagai aplikasi AI yang saat ini tengah populer, serta diberikan pemahaman mendalam tentang cara kerja AI, keterbatasan teknologi ini, dan teknik menyusun prompt yang efektif. Selain itu, peserta juga diajarkan tentang pentingnya menggunakan AI secara etis dan bertanggung jawab dalam konteks pembelajaran.

Pelatihan dimulai dengan ice breaking yang menarik, di mana siswa berbagi pengalaman mereka menggunakan layanan berbasis AI seperti ChatGPT, Gemini, TikTok, YouTube, dan Spotify. Ini menjadi pembuka yang menyenangkan sebelum siswa mendalami materi lebih lanjut mengenai konsep dasar AI, proses kerja AI, dan berbagai jenis AI seperti Narrow AI, Generative AI, dan General AI.

Salah satu sesi yang paling menarik perhatian adalah simulasi “Kamu adalah AI”, di mana siswa berperan sebagai sistem AI yang harus mengklasifikasikan ekspresi wajah berdasarkan ciri-ciri tertentu. Aktivitas ini membantu siswa memahami cara AI mengenali pola dalam data yang dipelajari, serta potensi kesalahan prediksi akibat data yang kurang memadai.

Diskusi mengenai isu etika penggunaan AI juga menjadi bagian penting dari pelatihan ini. Siswa diajak untuk membahas berbagai tantangan seperti bias algoritma, penyebaran hoaks, pelanggaran privasi, hingga pentingnya memverifikasi informasi yang dihasilkan oleh chatbot AI. Ini menunjukkan betapa pentingnya kesadaran etis dalam penggunaan teknologi modern.

Peserta juga dilatih dalam praktik Prompt Engineering melalui kegiatan Prompt Battle, di mana mereka berlomba dalam menyusun prompt dengan format Persona – Expectation – Context – Steps – Output – Constraint. Ini bertujuan untuk menghasilkan jawaban AI yang lebih akurat dan sesuai kebutuhan mereka dalam belajar.

Untuk mengevaluasi efektivitas pelatihan, seluruh peserta diminta mengikuti kuis dan mengisi kuesioner umpan balik. Hasilnya sangat positif, dengan 94,29% responden menyatakan setuju atau sangat setuju bahwa pelatihan ini bermanfaat. Hanya 0,16% yang menyatakan tidak setuju, menunjukkan bahwa sesi-sesi yang ada diterima dengan baik oleh siswa.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh lima mahasiswa, dengan Liya Khoriunnisa sebagai ketua pelaksana, dan didampingi oleh dosen pembimbing Muhammad Zidny Naf’an, S.Kom., M.Kom. serta Aulia Desy Nur Utomo, S.Kom., M.Cs. yang merupakan dosen pengampu Mata Kuliah Informatika untuk Masyarakat.

Antusiasme siswa tercermin dari testimoni yang diberikan. Salah satu siswa dari kelas XI A2, Dinda Aisyah Maheswari, menyatakan bahwa pembelajaran tentang AI sangat menarik dan informatif, serta menambah wawasan tentang model dan program AI.

Melalui Pelatihan Literasi AI Berbasis Simulasi dan Prompt Engineering bagi Siswa SMAN 1 Sokaraja, diharapkan siswa dapat memanfaatkan AI tidak hanya sebagai alat untuk mendapatkan jawaban cepat, tetapi juga mampu menggunakan teknologi ini secara kritis dan kreatif. Pemahaman tentang cara kerja AI dan pentingnya etika dalam penggunaannya diharapkan menjadi bekal berharga bagi siswa dalam menghadapi era transformasi digital yang semakin cepat.

Ke depan, tim pelaksana berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dan menjangkau lebih banyak sekolah. Dengan cara ini, semakin banyak generasi muda yang mampu memanfaatkan AI secara bijak untuk mendukung proses belajar dan meningkatkan kreativitas mereka.

Related Post

Tinggalkan komentar