26/06/2026

Kepemimpinan dalam Pementasan Teater: Pelajaran Berharga di DRAWATA

Penulis

Supala Dean Supala

Kepemimpinan dalam Pementasan Teater: Pelajaran Berharga di DRAWATA
Kepemimpinan dalam Pementasan Teater: Pelajaran Berharga di DRAWATA

Hesti.id – 26 Juni 2026 | Pementasan teater tidak hanya sekadar menyajikan seni di atas panggung, tetapi juga mengajarkan tentang belajar kepemimpinan di balik sebuah pementasan teater. Hal ini dirasakan oleh Viswanathan Adianto Fazah, seorang mahasiswa Sastra Indonesia di Universitas Pamulang, yang dipercaya sebagai sutradara dalam Festival Drama Warisan Tahunan (DRAWATA). Tanggung jawab tersebut menjadi pengalaman berharga yang menunjukkan kompleksitas kepemimpinan dalam dunia teater.

Proses pementasan dimulai dengan pemilihan naskah yang sesuai, diikuti dengan sesi reading untuk memahami karakter serta alur cerita. Tahapan ini sangat krusial dalam produksi, tetapi tantangan sesungguhnya terletak pada kemampuan membangun sinergi antar anggota tim. Setiap individu dalam tim, mulai dari aktor hingga kru, membawa pandangan dan karakter yang berbeda, yang memerlukan keterampilan komunikasi yang baik untuk menyatukan mereka.

Viswanathan menjelaskan, “Keberhasilan pementasan tidak hanya bergantung pada kemampuan saya sebagai sutradara, tetapi juga pada kekompakan tim. Selama latihan, kami menghadapi berbagai masalah teknis seperti kendala waktu dan fasilitas yang terbatas, serta konflik internal yang menuntut kami untuk tetap fokus dan saling mendengarkan.”

Dengan bimbingan dosen berpengalaman, Welcy Fine, S.S., M.Hum., Viswanathan mendapatkan banyak wawasan tentang bagaimana sebuah pertunjukan profesional dibangun. Kehadiran mentor ini sangat membantu dalam memecahkan masalah yang muncul selama proses latihan dan memfasilitasi diskusi untuk menciptakan suasana kerja yang produktif.

Pentingnya belajar kepemimpinan di balik sebuah pementasan teater juga terlihat dari bagaimana seorang sutradara harus berperan sebagai mediator dan motivator. Viswanathan mengungkapkan, “Tugas saya tidak hanya memberikan instruksi, tetapi juga mendengarkan setiap pendapat anggota tim dan menjaga semangat mereka tetap tinggi. Dalam proses ini, saya belajar bahwa kepemimpinan yang baik adalah tentang membangun kepercayaan dan saling menghargai antaranggota.”

Setiap tantangan yang dihadapi selama latihan, termasuk perubahan mendadak yang harus dihadapi dengan sigap, justru memperkuat rasa kebersamaan dalam tim. “Kami belajar untuk saling mendukung dan menemukan solusi bersama, yang membuat kami semakin dekat,” tambahnya. Dalam konteks ini, pementasan teater di DRAWATA bukan hanya ajang untuk menunjukkan bakat, tetapi juga sebuah laboratorium untuk memahami dinamika kepemimpinan dan solidaritas.

Pada akhirnya, pementasan teater ini menjadi lebih dari sekadar hiburan bagi penonton. Bagi Viswanathan dan timnya, keberhasilan pementasan diukur dari perjalanan panjang yang dilalui bersama, bukan hanya dari tepuk tangan yang diterima di akhir pertunjukan. “Setiap langkah yang kami ambil, dari ruang latihan hingga panggung, adalah bukti bahwa kerja keras dan semangat kebersamaan dapat mengubah tantangan menjadi karya yang membanggakan,” tutupnya.

Related Post

Tinggalkan komentar