Hesti.id – 27 Juni 2026 | Isu penggusuran kantor RW Cikini untuk program MBG, pihak terkait beri klarifikasi [titlebase] telah memicu kontroversi di kalangan warga RW 01, Kelurahan Cikini, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat. Warga setempat secara tegas menolak rencana penggusuran kantor sekretariat RW 01 yang berlokasi di Jalan Kalipasir. Rencana penggusuran ini bertujuan untuk pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yang merupakan bagian dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Penolakan ini mencuat dan menjadi viral di media sosial, di mana warga memasang spanduk bertuliskan, “Kami warga RW 01 Cikini menolak pembongkaran/penggusuran kantor sekretariat RW 01.” Spanduk tersebut diletakkan di depan kantor RW yang terlihat sepi pada malam hari, dengan lampu yang mati. Situasi ini menunjukkan ketidakpuasan warga terhadap rencana tersebut.
Dari penelusuran di lokasi, warga mengungkapkan bahwa kantor RW memiliki peran yang sangat penting sebagai pusat pelayanan masyarakat. Misalnya, fasilitas tersebut digunakan untuk kegiatan posyandu yang melayani kesehatan ibu dan anak di lingkungan tersebut. Warga khawatir bahwa penggusuran akan mengganggu layanan publik yang sudah ada, terutama bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian kesehatan melalui program posyandu.
Baca juga:
Salah satu warga, Nuri (33), menyatakan kekhawatirannya mengenai dampak dari penggusuran. Dia menekankan pentingnya keberadaan posyandu untuk memantau kesehatan dan perkembangan anak. “Kalau posyandunya berjalan, perkembangan anak bisa dilihat dari penimbangan rutin,” katanya. Dia berharap agar tidak ada penggusuran sebelum ada fasilitas pengganti yang memadai.
Di sisi lain, Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, telah memberikan klarifikasi terkait isu penggusuran kantor RW Cikini untuk program MBG. Menurutnya, rencana tersebut telah melalui pembicaraan dan kesepakatan awal dengan warga. Arifin menyatakan bahwa pihak yang akan membangun SPPG telah menyiapkan lokasi pengganti untuk sekretariat RW, sehingga bukan penggusuran mendadak tanpa pemberitahuan.
“Pembicaraan itu sudah ada, bahkan ada kesepakatan untuk merelokasi. Jadi bukan digusur begitu saja,” ungkap Arifin. Dia juga menegaskan akan melakukan mediasi dengan warga untuk menjelaskan rencana pembangunan dan mendengarkan aspirasi mereka yang menolak.
Di tengah pro dan kontra mengenai rencana ini, demonstrasi juga terjadi di Jakarta dengan sejumlah aksi unjuk rasa. Salah satunya berlangsung di depan Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) yang mengangkat isu program Makan Bergizi Gratis. Dalam aksi tersebut, sejumlah massa mengadvokasi pentingnya program ini, namun tetap ada suara penolakan dari warga yang merasa terancam oleh rencana penggusuran kantor RW.
Dengan situasi yang berkembang ini, penting bagi pemerintah untuk menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat. Mediasi yang diusulkan oleh Wali Kota diharapkan dapat meredakan ketegangan dan mendengarkan suara warga, serta memastikan bahwa program MBG dapat berjalan dengan baik tanpa mengorbankan fasilitas publik yang sudah ada.
Isu penggusuran kantor RW Cikini untuk program MBG, pihak terkait beri klarifikasi [titlebase] menunjukkan perlunya keseimbangan antara pembangunan infrastruktur untuk kepentingan publik dan pemeliharaan fasilitas yang sudah ada. Ke depannya, diharapkan ada solusi yang menguntungkan semua pihak dan tidak menimbulkan konflik lebih lanjut di masyarakat.











