Hesti.id – 27 Juni 2026 | Mabes Polri telah melaksanakan mutasi polri terbaru yang mencakup rotasi jabatan di berbagai Polda di Indonesia, termasuk Polda Sulawesi Selatan, Polda Metro Jaya, dan Polda Riau. Langkah ini diambil sebagai upaya penyegaran organisasi dan pembinaan karier personel dalam menghadapi tantangan tugas kepolisian yang semakin kompleks.
Dalam surat telegram Kapolri yang dikeluarkan pada tanggal 25 dan 26 Juni 2026, terdapat sejumlah pejabat yang dipindahkan ke posisi baru. Di Polda Sulsel, Kombes Pol. Brury Soekotjo A.P. yang sebelumnya menjabat Dirsamapta, mengalami rotasi, sementara Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol. Didik Supranoto, menegaskan bahwa mutasi jabatan adalah hal yang rutin dalam tubuh Polri.
Di Polda Metro Jaya, rotasi jabatan juga dilakukan dengan mengangkat Kombes Agus Nugroho sebagai Karo SDM menggantikan Kombes Muh Dwita Kumu Wardana. Selain itu, Kombes Putu Kholis Aryana diangkat sebagai Kapolres Metro Bekasi Kota, menggantikan Kombes Kusumo Wahyu Bintoro. Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya pun mengalami perubahan dengan penunjukan AKBP I Dewa P. G. Anom Danujaya.
Baca juga:
Di Polda Riau, mutasi besar-besaran juga terjadi. Kombes Polisi Zahwani Pandra Arsyad digantikan oleh Kombes Akmadi sebagai Kabid Humas. Kombes Pandra menyampaikan terima kasih kepada masyarakat dan insan pers atas dukungan yang diberikan selama ini.
Sementara itu, di Polda Jawa Tengah, Kombes Artanto diganti oleh Kombes Yulianto yang sebelumnya menjabat di Polda Kalimantan Timur. Kombes Artanto mendapatkan tugas baru di Pusat Penelitian dan Pengembangan Markas Besar Polri. Ia menegaskan bahwa mutasi jabatan adalah bagian dari siklus penyegaran yang biasa terjadi di Polri.
Mutasi ini juga mencakup jabatan-jabatan penting di Polda lainnya, termasuk di Polda Sumatera Utara di mana Kombes Sanches Napitupulu diangkat sebagai Wakapolda. Ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan profesionalisme dan efektivitas Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Dalam setiap kesempatan, pihak kepolisian selalu menekankan pentingnya kerjasama dengan masyarakat. Mereka juga mengingatkan agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi penyalahgunaan momentum pergantian pejabat, seperti penipuan dengan mengatasnamakan pejabat baru.
Dengan adanya mutasi polri terbaru ini, diharapkan kinerja Polri dapat semakin optimal dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Mutasi ini tidak hanya sekedar pergantian jabatan, tetapi juga merupakan langkah strategis dalam manajemen sumber daya manusia di kepolisian untuk menciptakan suasana kerja yang lebih baik.
Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi, Polri berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan perlindungan bagi masyarakat. Langkah-langkah ini menandakan bahwa institusi kepolisian terus berupaya beradaptasi dan berinovasi dalam menjalankan tugasnya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.











