29 Juni 2026

Untung Besar: 7 Sektor Usaha Saat Harga Minyak Turun 2026

Penulis

Reksya Reksya Khairulanwar

Untung Besar: 7 Sektor Usaha Saat Harga Minyak Turun 2026
Untung Besar: 7 Sektor Usaha Saat Harga Minyak Turun 2026

Hesti.id – 29 Juni 2026 | JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Harga minyak mentah dunia mengalami penurunan yang signifikan pada pertengahan Juni 2026, dengan minyak Brent jatuh ke $73,76 per barel, dan WTI menyentuh $70,43. Situasi ini memberi sinyal positif bagi sejumlah pelaku usaha, menjadikan 7 sektor usaha paling cuan saat harga minyak dunia turun di tengah tahun 2026 sebagai sorotan utama.

Penyebab utama penurunan harga minyak ini adalah kembalinya kelancaran lalu lintas kapal di Selat Hormuz, peningkatan pasokan dari Arab Saudi, serta permintaan dari ekonomi besar yang masih lesu. Dampaknya, pasar minyak global mengalami kelebihan suplai, sehingga harga tertekan. Hal ini tentu saja menjadikan beberapa sektor usaha merasakan keuntungan yang signifikan.

Ketika biaya bahan bakar dan energi menurun, margin laba perusahaan pun ikut membesar. Dengan kata lain, mereka tidak perlu menaikkan harga jual produk, tetapi tetap dapat menikmati keuntungan yang lebih besar karena biaya operasional berkurang. Berikut adalah 7 sektor usaha yang paling diuntungkan dari penurunan harga minyak ini:

  • Transportasi dan Logistik: Sektor ini adalah yang paling cepat merasakan dampak positif dari penurunan harga minyak. Ongkos bahan bakar bisa menyumbang 30 hingga 50 persen dari total biaya operasional. Dengan penurunan harga solar, perusahaan angkutan bisa menurunkan tarif untuk menarik lebih banyak pelanggan atau mempertahankan harga dan menikmati margin yang lebih tebal.
  • Manufaktur dan Ritel: Sektor ini juga merasakan keuntungan dari dua arah. Biaya produksi untuk industri seperti makanan dan minuman, tekstil, serta otomotif akan lebih terkontrol. Selain itu, ritel juga diuntungkan karena biaya distribusi barang menurun, berbarengan dengan peningkatan daya beli masyarakat yang lebih longgar berkat harga BBM yang stabil.
  • Pertanian: Petani dan pengusaha perkebunan, seperti yang bergerak di bidang kelapa sawit dan karet, bisa memperlebar margin antara biaya produksi dan harga jual komoditas. Penurunan biaya bahan bakar untuk alat panen dan distribusi pupuk memberikan manfaat besar bagi sektor ini.
  • Properti dan Konstruksi: Biaya operasional untuk alat berat dan transportasi material dalam proyek konstruksi juga akan terpengaruh. Proyek yang sebelumnya tertekan oleh anggaran dapat diselesaikan lebih efisien, memberikan ruang lebih bagi pengembang dan kontraktor untuk menjaga margin.
  • Energi Alternatif: Penyedia gas dan listrik non-minyak, seperti PGAS, mendapat keuntungan dari penurunan biaya operasional distribusi. Selain itu, tren energi terbarukan semakin kompetitif karena perbedaan biaya antara energi berbasis fosil dan terbarukan semakin menyempit.
SektorPorsi Biaya BBM/EnergiEstimasi Tambahan Margin
Penerbangan35–40%+5–8%
Transportasi Darat/Laut30–50%+4–7%
Manufaktur15–25%+2–4%
Ritel/Perdagangan5–10%+1–3%
Pertanian/Perkebunan10–20%+2–5%
Konstruksi10–15%+2–4%
Gas & Listrik Non-Minyak10–20%+1–3%

*Estimasi adalah saat harga minyak turun 10–15%, dan angka bisa bervariasi tergantung pada skala usaha dan struktur biaya masing-masing.

Namun, perlu diingat bahwa tren ini tidak akan bertahan selamanya. Harga minyak dunia sangat dinamis, dan ketegangan geopolitik di kawasan produsen bisa mempengaruhi kondisi ini dalam waktu singkat. Diperkirakan tren rendah ini akan berlanjut hingga pertengahan Juli 2026, namun tetap bergantung pada kebijakan OPEC+ dan perkembangan situasi global.

Usaha kecil juga dapat merasakan manfaat dari situasi ini. Jasa pengiriman makanan, warung kelontong, dan angkutan barang antarprovinsi mampu menghemat biaya, meskipun dalam nominal yang lebih kecil dibandingkan korporasi besar. Oleh karena itu, penting bagi semua pelaku usaha untuk memanfaatkan momen ini guna memperkuat cadangan modal mereka, bukan hanya sekadar menikmati margin yang lebih tinggi tanpa perencanaan yang matang.

Related Post

Tinggalkan komentar