Hesti.id – 26 Juni 2026 | LA JOLLA, CALIFORNIA — Sand Castle di La Jolla, mansion tepi laut yang dulu dimiliki oleh mendiang Darwin Deason, sekarang ditawarkan dengan harga baru sebesar US$87,5 juta, setelah sebelumnya terdaftar dengan harga mencapai US$108 juta. Meskipun ada pemangkasan harga, properti ini tetap memegang rekor sebagai hunian termahal dalam sejarah San Diego.
Dengan luas sekitar 13.000 kaki persegi, Sand Castle terletak di salah satu kawasan paling elit di pesisir California, menghadap langsung Samudra Pasifik. Deason, yang dikenal sebagai pendiri Affiliated Computer Services yang dijual ke Xerox pada 2009 seharga US$6,4 miliar, membangun mansion ini sebagai proyek pribadi yang terinspirasi oleh kemewahan Palace of Versailles di Prancis. Sayangnya, Deason wafat pada Desember 2025.
Sand Castle adalah representasi dari keindahan arsitektur yang megah. Mengadopsi gaya istana Prancis, rumah ini tidak hanya besar, tetapi juga kaya akan detail mewah. Ruang utama dihiasi dengan lampu gantung kristal, langit-langit yang didekorasi dengan aksen emas, serta lantai marmer impor dari Yunani. Patung antik ditampilkan di berbagai sudut ruangan, menambah kesan elegan.
Baca juga:
Dari laporan yang dipublikasikan oleh The Wall Street Journal, Deason membeli properti utama beserta sebidang tanah sekitarnya dengan total biaya sekitar US$26 juta. Selama enam tahun, ia menginvestasikan sekitar US$60 juta untuk mengubah tanah tersebut menjadi hunian yang megah ini. Dengan total investasi mencapai hampir US$86 juta, Sand Castle lebih dari sekadar rumah; ia juga merupakan simbol status dan gaya hidup.
Properti ini terdiri dari rumah utama dengan tujuh kamar tidur dan rumah tamu tiga kamar tidur yang dirancang menyerupai Le Petit Trianon, château yang terletak di kompleks Versailles. Ruang masuk yang megah dengan dua lantai menyambut para tamu, diikuti dengan teras melingkar yang menawarkan pemandangan laut yang menakjubkan. Ada juga ruang makan oval yang dapat menampung hingga 16 kursi di bawah chandelier kristal yang berasal dari abad ke-19.
Perapian yang ada di seluruh properti didatangkan langsung dari Prancis, sementara mozaik kustom karya New Ravenna, produsen ubin terkemuka asal Virginia, menghiasi beberapa ruangan. Mansion ini memiliki total 14 kamar mandi penuh dan tiga kamar mandi setengah, dengan hampir semua furnitur yang ada dibuat khusus untuk ruang-ruang tersebut.
Salah satu fitur yang paling mencolok terdapat di luar ruangan: kolam renang yang dilapisi ubin marmer biru Thassos, serta elevator yang menghubungkan penghuni dengan pantai pribadi yang terletak sekitar 10 kaki di atas permukaan air. Pantai tersebut dilapisi pasir putih lembut yang, menurut kabar, diambil dari Augusta National Golf Club, dengan Deason menghabiskan sekitar US$40.000 hanya untuk pasir tersebut.
Sand Castle di La Jolla turun harga jadi US$87,5 juta setelah sebelumnya terdaftar pada Oktober 2024 dengan harga yang sangat tinggi, yaitu US$108 juta. Namun, harga tersebut ternyata terlalu tinggi untuk pasar San Diego, yang belum pernah mencatat transaksi properti mendekati angka tersebut. Brett Dickinson, agen listing dari Compass, mengungkapkan bahwa ada kendala psikologis bagi pembeli untuk menjadi yang pertama mengakuisisi properti dengan harga di atas US$100 juta di San Diego.
“Pembeli sangat sadar bahwa mereka akan menjadi orang pertama yang membeli properti di San Diego di atas US$100 juta. Ini adalah langkah yang besar,” kata Dickinson. “Sekarang, dengan harga di bawah US$100 juta, kami berharap menjadi lebih terjangkau.”
Pasar properti ultra-prime tidak bergerak seperti pasar rumah biasa. Dalam segmen ini, sejarah transaksi, persepsi harga, dan prestise sama pentingnya dengan luas tanah atau kualitas material. Pemotongan harga ini mungkin cukup untuk menarik perhatian pembeli baru, dan jika terjual dengan harga yang baru, Sand Castle akan mencatat transaksi yang hampir dua kali lipat dari rekor penjualan rumah di San Diego sebelumnya.
Kasus Sand Castle menunjukkan bagaimana pasar hunian mewah beroperasi. Properti semacam ini tidak hanya dinilai berdasarkan ukuran, lokasi, atau jumlah kamar, tetapi juga identitas pemilik, cerita di balik pembangunan, dan komposisi material yang digunakan. Dengan harga jual yang sudah diturunkan, narasi di balik properti ini tetap menjadi hal yang mahal.
Dengan pemangkasan harga ini, para agen properti di San Diego kini menunggu apakah ini cukup untuk menarik minat baru. Jika berhasil, bisa saja kota ini segera mencatat transaksi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Namun jika tidak, Sand Castle akan tetap menjadi simbol mahalnya selera dan kesabaran di pasar real estate.











