Hesti.id – 27 Juni 2026 | Semarang, JurnalPost.com – Warga Dusun Ngrawan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, telah menggelar tradisi tahunan yang dikenal sebagai Rejeban Ngrawan Syukur yang Dijaga Tradisi yang Dihidupkan pada Jumat (9/1/2026) di area Situs Ngrawan. Tradisi ini merupakan ungkapan rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dan sebagai upaya untuk melestarikan warisan leluhur yang berharga.
Rejeban tidak hanya sekadar acara adat; ia merupakan simbol hubungan erat antara manusia, alam, leluhur, dan Tuhan. Salah satu prosesi yang paling mencolok adalah arak-arakan tumpeng atau gunungan yang berisi sayur, buah-buahan, dan makanan ringan. Tumpeng tersebut diperebutkan oleh warga dan tamu yang hadir, yang merupakan simbol keberkahan dan kebersamaan.
Tradisi Rejeban biasanya diadakan setiap Jumat Legi atau Wage di awal bulan Rajab. Namun, warga lebih memilih Jumat Legi berdasarkan perhitungan yang telah disepakati oleh para sesepuh desa melalui musyawarah dusun. Kegiatan ini berlangsung di Situs Ngrawan, yang dijaga dan dihormati oleh masyarakat setempat bukan hanya sebagai peninggalan sejarah, tetapi juga sebagai pusat nilai kebersamaan dan identitas budaya.
Baca juga:
Prosesi diawali dengan penyembelihan kambing betina yang dipimpin oleh Mbah Jumadi, sesepuh dusun. Dia menjelaskan bahwa jika kambing tersebut mengandung anak, itu menjadi pertanda baik bagi hasil panen dan ekonomi warga di tahun mendatang. Mbah Jumadi menekankan bahwa rezeki tidak selalu diartikan dalam bentuk kelimpahan, tetapi juga kecukupan dalam menjalani hidup sehari-hari.
“Hasil panen mungkin tidak melimpah, tetapi tetap akan cukup. Rezeki itu tidak harus selalu banyak; yang penting adalah kecukupan,” ujarnya.
Setelah prosesi adat, suasana Rejeban berubah menjadi perayaan rakyat yang penuh keceriaan. Warga mengarak tumpeng dari berbagai sudut dusun, dengan tumpeng buah dan sayur melambangkan kesuburan bumi, sementara tumpeng makanan ringan disiapkan untuk anak-anak. Kehadiran anak-anak dalam perayaan ini menunjukkan bahwa tradisi Rejeban Ngrawan Syukur yang Dijaga Tradisi yang Dihidupkan dilestarikan oleh generasi muda, yang diajarkan dengan cara yang menyenangkan.
Selain arak-arakan tumpeng, Rejeban juga diwarnai dengan pertunjukan seni tradisional, salah satunya adalah Tari Topeng Gecul. Tarian khas Dusun Ngrawan ini menampilkan gerakan lincah dan karakter topeng yang ekspresif, menggambarkan karakter masyarakat Ngrawan yang tangguh, guyub, dan tetap jenaka dalam menghadapi berbagai tantangan hidup.
Tradisi Rejeban menjadi pengingat pentingnya menjaga keseimbangan dalam hidup. Keseimbangan antara manusia dan alam, masa lalu dan masa depan, serta doa dan usaha. Di tengah arus perubahan zaman, warga Ngrawan memilih untuk tetap berpegang pada nilai-nilai lokal mereka.
Dengan merawat situs, menghidupkan tradisi, dan memanjatkan rasa syukur melalui kebersamaan, masyarakat Ngrawan menunjukkan bahwa mereka tidak hanya menghargai warisan budaya, tetapi juga berkomitmen untuk meneruskannya kepada generasi mendatang.











