27/06/2026

Keluhan Warga Karanganyar: Minyakita Berbau Solar Sebabkan Tenggorokan Sakit

Penulis

Pande Tóng

Keluhan Warga Karanganyar: Minyakita Berbau Solar Sebabkan Tenggorokan Sakit
Keluhan Warga Karanganyar: Minyakita Berbau Solar Sebabkan Tenggorokan Sakit

Hesti.id – 27 Juni 2026 | Warga Karanganyar baru-baru ini mengungkapkan pengakuan mengejutkan usai memasak dengan minyak goreng subsidi Minyakita yang berbau solar. Seorang warga bernama Epri mengeluhkan, “Tenggorokan saya langsung sakit” setelah menggunakan minyak tersebut untuk menggoreng bakwan. Aroma menyengat yang menyerupai solar ini telah menimbulkan kepanikan di kalangan masyarakat setempat, yang khawatir akan keamanan produk yang mereka konsumsi.

Keluhan ini muncul setelah banyak warga Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, melaporkan bahwa minyak goreng yang mereka terima dari Bulog mengeluarkan bau tidak sedap saat dipakai untuk memasak. Minyak goreng tersebut merupakan bagian dari program bantuan pangan yang ditujukan untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokoknya. Di Karanganyar, terdapat sekitar 42.644 penerima bantuan yang juga menerima minyak goreng ukuran 4 liter.

Setelah menerima keluhan dari warga, PT Kusuma Mukti Remaja, produsen Minyakita, segera menarik semua minyak goreng yang telah disalurkan, baik yang bermasalah maupun yang tidak, untuk diganti dengan produk baru. Menanggapi masalah ini, pihak produsen berkomitmen untuk memastikan kualitas minyak goreng yang disalurkan kepada masyarakat.

Tim Satuan Tugas Pangan Kabupaten Karanganyar juga melakukan sidak ke lokasi produksi minyak goreng tersebut untuk melakukan klarifikasi lebih lanjut. Dalam sidak yang berlangsung pada Kamis (25/6/2026), tim yang terdiri dari Dinas Perdagangan Perindustrian dan Tenaga Kerja, Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan, serta kepolisian memeriksa semua aspek produksi, mulai dari bahan baku hingga pengemasan. Kepala Dinas Perdagangan, Agung Wahyu Utomo, menyatakan bahwa mereka akan melakukan uji laboratorium untuk mengetahui kandungan minyak tersebut dan memastikan apakah berisiko bagi konsumen.

Warga lainnya juga menyuarakan keresahan yang sama. Banyak yang memilih untuk mengembalikan minyak yang mereka terima karena khawatir akan dampak buruknya. Salah satu warga mengungkapkan, “Punyaku iya min, kemarin nyoba goreng bakwan kerasa banget, selain itu di tenggorokan langsung sakit. Saya punya stok 4 liter, tapi setelah itu disuruh kembalikan ke kelurahan.” Ini menunjukkan betapa kuatnya aroma yang dirasakan masyarakat hingga menimbulkan rasa tidak nyaman.

Minyak goreng merupakan kebutuhan pokok yang digunakan setiap hari di dapur rumah tangga. Dalam kondisi ekonomi yang sulit, warga berharap program bantuan pangan ini benar-benar dapat membantu mereka, bukan menambah masalah baru. Oleh karena itu, penting bagi pihak berwenang untuk segera menyelesaikan masalah ini dan memastikan bahwa produk yang disalurkan aman untuk dikonsumsi.

Dalam situasi ini, pengakuan warga Karanganyar usai masak pakai Minyakita bau solar: tenggorokan saya langsung sakit [titlebase] menjadi sorotan utama. Masyarakat berharap agar kejadian serupa tidak terulang kembali dan produsen minyak goreng lebih ketat dalam menjaga kualitas produknya.

Related Post

Tinggalkan komentar