Hesti.id – 26 Juni 2026 | TANGERANG SELATAN – Jam Sibuk Peron Stasiun Rawa Buntu Dipadati Ratusan Pekerja Arah Tanah Abang pada Jumat (27/6) pagi. Ratusan pekerja komuter memenuhi peron 2 Stasiun Rawa Buntu, Serpong, Tangerang Selatan, terutama saat pagi hari yang merupakan jam sibuk. Kepadatan ini disebabkan oleh tingginya jumlah penumpang yang ingin menuju Tanah Abang dan Jakarta Kota secara bersamaan, mengakibatkan antrean panjang di sepanjang area tunggu kereta.
Situasi ini sangat kontras dengan jalur 1 yang menuju Rangkasbitung yang terpantau sepi, membuat pergerakan penumpang di peron 2 menjadi sangat terbatas. Dalam menghadapi kondisi ini, petugas keamanan stasiun mengambil langkah preventif dengan meningkatkan pengawasan di area tangga dan peron untuk menjaga keselamatan pengguna jasa KRL.
Ridwan, seorang karyawan swasta berusia 28 tahun asal Serpong, mengeluhkan situasi ini. Dia terjebak di tengah kepadatan saat hendak berangkat kerja ke daerah Sudirman. “Pagi ini sangat padat jika dibandingkan dengan hari-hari biasanya. Saya sudah menunggu hampir 20 menit tetapi kereta yang datang selalu penuh dan sulit untuk masuk. Jika kondisi ini berlanjut, kami yang ingin tepat waktu ke kantor pasti akan terlambat,” ungkapnya saat ditemui di lokasi.
Baca juga:
Untuk mengatasi kepadatan, pihak KAI Commuter mengoptimalkan penugasan petugas di lapangan untuk mengatur alur keluar-masuk penumpang. Selain itu, mereka juga memaksimalkan penggunaan papan petunjuk yang memberikan informasi mengenai moda transportasi alternatif seperti ojek daring di area luar stasiun. Hal ini bertujuan agar penumpang yang memilih untuk menggunakan alternatif transportasi lain dapat bergerak dengan lebih tertib.
Hingga menjelang siang, situasi di peron Stasiun Rawa Buntu mulai berangsur normal seiring dengan kedatangan rangkaian kereta berikutnya. Namun, pihak stasiun tetap mengimbau para penumpang untuk selalu berdiri di belakang garis aman dan memberikan prioritas kepada pengguna jalan yang turun dari kereta demi keselamatan bersama.
Kepadatan penumpang di Stasiun Rawa Buntu saat jam sibuk ini menunjukkan betapa pentingnya pengaturan transportasi umum yang efisien, terutama di wilayah padat penduduk. Dengan meningkatnya jumlah pekerja yang menggunakan KRL sebagai moda transportasi utama, diharapkan pihak terkait dapat terus meningkatkan layanan dan kenyamanan untuk para pengguna. Ke depannya, langkah-langkah yang tepat harus diambil untuk mengatasi masalah serupa agar tidak terulang kembali.










