Hesti.id – 27 Juni 2026 | Di sudut sunyi perpustakaan UINSU, seorang mahasiswi duduk merenungkan masa depannya. Syafiatul Aliyah Adha, yang akrab disapa Fia, memulai perjalanan menawannya dengan sebuah pertanyaan sederhana: ‘Apa itu AI?’. Dari rasa ingin tahu tentang AI hingga menjadi Google Student Ambassador, kisah Fia menunjukkan bagaimana ketertarikan kecil dapat mengubah arah hidup seseorang.
Fia, yang kini menempuh Program Studi Ilmu Perpustakaan di UINSU, tidak menyangka bahwa rasa penasarannya terhadap Artificial Intelligence (AI) akan membawanya ke pengalaman yang luar biasa. Ketertarikan ini muncul seiring dengan keinginannya untuk memahami teknologi yang semakin berperan penting dalam kehidupan sehari-hari. Ia melihat AI bukan sekadar tren, melainkan sebagai alat yang dapat membantunya dalam menyelesaikan berbagai tantangan, terutama di bidang akademik.
Keputusan untuk bergabung sebagai Google Student Ambassador muncul dari keinginan kuat Fia untuk belajar dan mengembangkan diri. Melalui berbagai kegiatan relawan dan menjadi duta, ia ingin meningkatkan kemampuan kepemimpinan dan komunikasi. Dalam perannya sebagai Google Student Ambassador, Fia merasa memiliki tanggung jawab untuk mengenalkan AI kepada teman-temannya. Dulunya, banyak yang tidak paham tentang AI dan fitur Google/Gemini, namun kini Fia berupaya untuk mengedukasi mereka agar dapat memanfaatkan teknologi tersebut dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi.
Baca juga:
Namun, perjalanan Fia tidak selalu mulus. Ia mengakui bahwa sebelumnya ia adalah sosok yang pemalu dan kurang percaya diri. Memasuki dunia kuliah, Fia memiliki tekad untuk berani keluar dari zona nyaman dan menguji kemampuannya di lingkungan yang kompetitif. Selain menjadi Google Student Ambassador, Fia juga mencari peluang lain, seperti mengikuti Class of Champions Season 3. Kegiatan ini memberinya kesempatan untuk belajar, memperluas wawasan, dan bertemu dengan mahasiswa inspiratif dari berbagai daerah.
Dalam perjalanan ini, Fia menyadari bahwa setiap langkah kecil yang diambil hari ini akan menentukan masa depan. Ia berpesan kepada mahasiswa UINSU agar tidak takut untuk mencoba hal baru, meskipun hasilnya tidak selalu sesuai harapan. “The future depends on what you do today,” ungkapnya. Bagi Fia, memanfaatkan setiap kesempatan untuk belajar, berkembang, dan menambah pengalaman adalah proses yang akan menjadikannya pribadi yang lebih baik. Pertanyaan sederhana tentang AI yang pernah diketikkannya telah mengubah hidupnya secara dramatis.











