Hesti.id – 26 Juni 2026 | Dalam dunia pemasaran modern, AI Search Ubah Strategi Digital Brand AVO AI Bantu Ukur Peluang Brand Dipilih AI menjadi topik hangat yang menarik perhatian banyak perusahaan. Selama bertahun-tahun, perusahaan berlomba-lomba untuk meningkatkan visibilitas mereka di ranah digital melalui berbagai metode seperti optimasi mesin pencari dan iklan. Namun, munculnya AI generatif telah mengubah cara brand bersaing di era digital.
Pergeseran perilaku ini menunjukkan bahwa visibilitas di platform berbasis AI menjadi semakin krusial. Berbeda dengan mesin pencari tradisional yang memberikan banyak pilihan hasil, AI cenderung memberikan beberapa jawaban yang dianggap paling relevan dan terpercaya. Hal ini berarti bahwa peluang sebuah brand untuk dipertimbangkan oleh konsumen semakin bergantung pada apakah brand tersebut muncul dalam jawaban yang diberikan oleh AI.
Namun, meski penting, banyak perusahaan belum memiliki cara untuk mengetahui apakah brand mereka direkomendasikan oleh AI. Sementara mereka dapat memantau posisi brand mereka di mesin pencari, traffic website, dan performa kampanye digital secara real-time, mereka masih kekurangan visibilitas mengenai bagaimana AI menilai dan menggunakan informasi tentang brand mereka.
Baca juga:
Alexandro Wibowo, Partner di Avonetiq, menjelaskan, “Berbeda dengan mesin pencari yang menampilkan puluhan hasil, AI biasanya hanya menampilkan beberapa brand yang dianggap paling relevan. Oleh karena itu, muncul atau tidaknya sebuah brand dalam jawaban AI dapat memengaruhi peluang brand tersebut untuk masuk ke tahap pertimbangan konsumen.”
AI menggunakan berbagai sinyal untuk menentukan informasi yang akan dijadikan jawaban, mulai dari konsistensi informasi, kredibilitas sumber, hingga otoritas digital sebuah brand. Oleh karena itu, visibilitas di AI menjadi salah satu faktor penting dalam strategi pemasaran dan komunikasi digital yang baru.
“Perusahaan selama ini memiliki cara untuk mengukur traffic website atau posisi kata kunci di mesin pencari, tetapi mereka belum memiliki pemahaman tentang apakah AI mempertimbangkan brand mereka saat menjawab pertanyaan pengguna. Kesenjangan inilah yang muncul di era AI Search Ubah Strategi Digital Brand AVO AI Bantu Ukur Peluang Brand Dipilih AI,” tambah Alexandro.
Untuk membantu perusahaan memahami perubahan ini, Avonetiq meluncurkan AVO AI, sebuah platform yang dirancang untuk menganalisis jawaban dari berbagai platform AI. Dengan AVO AI, perusahaan dapat mengukur seberapa sering brand mereka dipilih, direkomendasikan, atau disebutkan dalam konteks tertentu.
AVO AI mengukur dua aspek utama: Authority Score dan Visibility Score. Authority Score menunjukkan tingkat kepercayaan sebuah brand di mata sistem AI berdasarkan kualitas informasi dan verifikasi yang tersedia secara digital. Brand dengan Authority Score yang lebih tinggi biasanya memiliki informasi yang lebih konsisten serta lebih banyak klaim yang tervalidasi.
Sementara itu, Visibility Score mengukur seberapa sering sebuah brand muncul dalam jawaban AI untuk berbagai topik dan kategori yang relevan. Dengan kedua metrik ini, perusahaan dapat memahami bagaimana AI menilai dan menggunakan informasi tentang brand mereka.
Melalui AVO AI, perusahaan juga dapat mengetahui pertanyaan apa yang memunculkan kompetitor mereka dan alasan AI lebih memilih kompetitor tersebut. “Dengan cara ini, mereka tidak hanya mengetahui hasil akhirnya, tetapi juga faktor-faktor yang mempengaruhi visibilitas brand di AI,” jelas Alexandro.
Alexandro menambahkan bahwa kemampuan untuk memantau visibilitas di AI adalah bagian penting dari strategi pemasaran modern. “Dulu, brand bertanya apakah mereka muncul di halaman pertama mesin pencari. Kini, pertanyaannya adalah apakah AI memilih brand mereka sebagai jawaban. Seiring meningkatnya penggunaan AI untuk mencari informasi dan rekomendasi, monitoring visibility akan menjadi metrik yang semakin penting bagi brand,” tutupnya.











