27/06/2026

Bahlil Tekankan Pengurangan Impor Bensin dan Solar Tahun Ini

Penulis

Supala Dean Supala

Bahlil Tekankan Pengurangan Impor Bensin dan Solar Tahun Ini
Bahlil Tekankan Pengurangan Impor Bensin dan Solar Tahun Ini

Hesti.id – 27 Juni 2026 | Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan keinginannya untuk segera stop impor bensin dan solar dari luar, tahun ini mulai dikurangi. Dalam langkah agresif ini, Bahlil menegaskan bahwa Indonesia akan mulai mengurangi ketergantungan terhadap impor energi, khususnya solar dan bensin.

Dalam sebuah seminar yang berlangsung di Jakarta, Bahlil menyatakan, “Kita tidak akan lagi melakukan impor solar dan kita akan memangkas impor bensin,”. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya konversi energi yang lebih bersih dan berkelanjutan. Salah satu solusi yang diusulkan adalah penggunaan biodiesel B50 yang dijadwalkan akan diluncurkan pada 1 Juli 2026. Dengan program ini, Bahlil berharap dapat menekan penggunaan solar hingga 30% dan meningkatkan ketahanan energi nasional.

Menurut Bahlil, konsumsi solar nasional saat ini mencapai 39 juta kiloliter per tahun, sementara produksi dalam negeri hanya mampu memenuhi sekitar 20 juta kiloliter. “Kita harus konversi untuk mengurangi impor. Jika B50 bisa kita terapkan, mengapa tidak untuk bensin?” ujarnya, menunjukkan keyakinannya akan potensi bioetanol E20 untuk memangkas impor bensin. Dengan penerapan E20 yang direncanakan mulai 2028, diharapkan kebutuhan bensin bisa berkurang dari 20 juta kiloliter menjadi 16 juta kiloliter.

Program biodiesel B50 diharapkan dapat menggantikan sekitar 300 ribu barel solar per hari, yang merupakan 30% dari total impor Indonesia yang saat ini mencapai 1 juta barel per hari. “Dengan peningkatan komposisi biodiesel, kita bisa mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar fosil,” tambahnya.

Bahlil juga mengungkapkan ambisinya untuk meningkatkan penggunaan biodiesel hingga B80, dengan syarat penambahan lahan sawit yang diperlukan. Namun, ia mengakui bahwa terdapat potensi penolakan dari masyarakat terkait alih fungsi lahan. “Kita harus menemukan keseimbangan antara kebutuhan energi dan keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.

Di samping itu, Bahlil juga menyoroti pentingnya menjaga stabilitas pasokan energi dalam negeri, terutama setelah adanya pemadaman listrik bergilir yang terjadi di beberapa daerah. Langkah menghentikan sebagian ekspor batu bara juga diambil untuk memastikan pasokan bagi PT PLN (Persero) dapat terpenuhi.

Dengan langkah-langkah ini, Bahlil ingin agar Indonesia tidak lagi bergantung pada impor bensin dan solar. Ketersediaan energi yang lebih mandiri diharapkan dapat meningkatkan stabilitas ekonomi dan memperbaiki neraca perdagangan migas. Pemerintah juga berkomitmen untuk mendukung produksi dalam negeri serta menjaga harga komoditas seperti minyak sawit agar tetap kompetitif di pasar global.

Dengan berbagai kebijakan ini, Bahlil ingin segera stop impor bensin dan solar dari luar, tahun ini mulai dikurangi. Hal ini diharapkan dapat menjadikan Indonesia lebih mandiri dalam hal energi dan mengurangi beban anggaran negara akibat ketergantungan pada impor energi.

Related Post

Tinggalkan komentar