28/06/2026

Gerindra Bantah Budi Djiwandono Minta Kader Awasi Gibran

Penulis

Mariabella La Fierza

Gerindra Bantah Budi Djiwandono Minta Kader Awasi Gibran
Gerindra Bantah Budi Djiwandono Minta Kader Awasi Gibran

Hesti.id – 28 Juni 2026 | Isu yang menyebutkan keponakan Prabowo, Budi Djiwandono, meminta kader Gerindra untuk mengawasi pergerakan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, memicu reaksi cepat dari Fraksi Partai Gerindra. Dalam beberapa hari terakhir, media sosial diramaikan oleh kabar bahwa Budi Djiwandono menginstruksikan anggota partai untuk memantau aktivitas Gibran, yang dianggap sebagai langkah antisipasi menjelang Pemilu 2029.

Namun, Fraksi Gerindra dengan tegas membantah kabar tersebut. Sekretaris Fraksi Gerindra, Bambang Haryadi, mengungkapkan bahwa tidak pernah ada pembahasan mengenai pengawasan Gibran dalam rapat internal yang dipimpin oleh Budi Djiwandono. “Saya selalu hadir dan ikut memimpin rapat-rapat di Fraksi Gerindra, dan tidak ada perintah maupun pembahasan hal tersebut,” tegas Bambang kepada wartawan.

Di sisi lain, Bambang menekankan bahwa instruksi dari Budi Djiwandono kepada kader adalah untuk fokus pada pemantauan kondisi ekonomi masyarakat serta memastikan program pemerintah, termasuk ketersediaan pangan dan harga sembako, berjalan dengan baik di daerah pemilihan masing-masing. “Yang ada adalah perintah untuk mengawasi ketersediaan pangan dan harga sembako di daerah pemilihan semua anggota DPR, agar kita dapat memastikan kondisi masyarakat tetap terjaga daya belinya,” ujarnya.

Wakil Ketua Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, juga turut mengonfirmasi bahwa isu ini adalah hoaks. “Kabar atau isu yang mengklaim adanya rapat internal Fraksi Gerindra yang dipimpin oleh Budi Djiwandono untuk mengawasi gerak-gerik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka itu sepenuhnya hoaks, fitnah, dan tidak berdasar,” katanya. Andre menambahkan bahwa hubungan antara Prabowo Subianto dan Jokowi, termasuk Gibran, saat ini dalam kondisi yang sangat baik dan harmonis.

Andre juga mengungkapkan bahwa ia sering diminta mendampingi Gibran dalam kunjungan ke daerah pemilihannya di Sumatera Barat. “Setiap Mas Gibran datang ke daerah pemilihan saya, saya selalu diajak untuk mendampingi. Ini menunjukkan hubungan kita sangat baik, tidak ada masalah sama sekali,” jelasnya.

Menanggapi isu yang berkembang, Fraksi Gerindra juga menyatakan bahwa mereka akan mengambil langkah hukum terhadap pemberitaan yang dianggap tidak akurat. Budi Djiwandono dan pengurus partai menginginkan agar media menyajikan berita yang faktual dan tidak menyesatkan publik. “Kita menghormati kebebasan pers, tetapi kami berharap dalam setiap penyajian berita lebih faktual dan akurat. Jangan membuat narasi yang lebih cenderung ke gosip, bukan berita,” kata Bambang.

Dalam situasi politik yang sedang memanas menjelang Pemilu 2029, keponakan Prabowo Budi Djiwandono disebut minta kader awasi pergerakan Gibran, Gerindra membantah [titlebase] dengan tegas. Fraksi Gerindra berkomitmen untuk tetap mendukung pemerintahan yang ada dan memastikan bahwa semua program yang ditujukan untuk kemaslahatan masyarakat berjalan dengan baik. Sebagai partai yang memiliki pengaruh besar, Gerindra berusaha menjaga soliditas dan keharmonisan dalam koalisi pemerintahan.

Related Post

Tinggalkan komentar