Hesti.id – 27 Juni 2026 | TANGERANG SELATAN – Dalam upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya disiplin belajar, mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Pamulang (UNPAM) menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Panti Asuhan YPMS, Tangerang Selatan. Kegiatan ini membawa tema “Edukasi Standar Kinerja dalam Meningkatkan Motivasi dan Disiplin Belajar”, dengan fokus pada anak-anak remaja tingkat SMA. Prinsip dasar yang diusung adalah bahwa latar belakang ekonomi dan tempat tinggal tidak seharusnya menghalangi anak untuk meraih impian mereka.
Kegiatan yang dipimpin oleh Riyo Irvandi Saputra ini juga melibatkan narasumber Clarissa Amelia serta dua mahasiswa lainnya, Siti Fadilah Lubis dan Gina Auliah, di bawah bimbingan dosen Dr. Listya Sugiyarti, S.E.M.M. Menurut Riyo, untuk mencapai target yang ambisius, siswa perlu berani menetapkan ukuran capaian sendiri, yang diadaptasi dari konsep Standar Kinerja di dunia korporasi menjadi istilah “Target Mandiri”. Ini bertujuan agar pola belajar siswa dapat diukur secara konkret.
Dalam sesi edukasi, pemateri memberikan ilustrasi menarik tentang dua pendaki gunung, Adit dan Bryan. Adit berusaha mendaki tanpa peta, sementara Bryan dengan persiapan matang menggunakan peta. “Gunung ini melambangkan cita-cita atau masa depan, sedangkan peta adalah target yang kita buat,” jelas pemateri. Analogi ini menunjukkan bahwa bakat saja tidak cukup tanpa disiplin dan perencanaan yang baik.
Baca juga:
Para peserta diajak untuk merumuskan target belajar mereka menggunakan prinsip SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound). Dengan pendekatan ini, siswa dilatih untuk mengubah keinginan yang abstrak menjadi komitmen yang tertulis dan terukur. Beberapa contoh target yang diajarkan mencakup kuantitas seperti menghafal 10 kosakata bahasa Inggris baru setiap hari serta target perilaku seperti belajar tanpa membuka media sosial selama satu jam.
Selain itu, siswa juga diperkenalkan pada konsep Zero Defect (Standar Nol), yang mengharuskan mereka untuk tidak terlambat dalam mengumpulkan tugas selama satu minggu. Suasana edukasi semakin interaktif ketika sesi Trivia Game dimulai, di mana para siswa berkompetisi menjawab pertanyaan yang menguji pemahaman mereka terhadap materi yang disampaikan.
Dalam sesi ini, panitia juga menekankan pentingnya mekanisme Self-Reward, yaitu memberikan penghargaan pada diri sendiri setelah mencapai target belajar. “Jika target belajar seminggu tercapai, seperti merangkum tiga bab pelajaran, kalian bisa memberi hadiah kecil, misalnya waktu bermain game di akhir pekan. Ini dapat memicu hormon dopamin yang menjaga motivasi belajar tetap tinggi,” tambah pemateri.
Di akhir acara, panitia mengaitkan pentingnya kesetaraan hak dalam pendidikan dengan Pasal 6 UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, yang menekankan hak memperoleh perlakuan yang sama tanpa diskriminasi. Pesan penting yang disampaikan kepada anak-anak Panti Asuhan YPMS adalah bahwa masa depan mereka ditentukan oleh seberapa besar target yang berani mereka rancang hari ini, serta seberapa konsisten mereka untuk mengejarnya.
Kegiatan PKM ini ditutup dengan gemuruh slogan bersama: “No Target, No Result!” yang menggambarkan pentingnya menetapkan target dalam belajar agar dapat meraih hasil yang diimpikan.











