Hesti.id – 08 Juli 2026 | Kebakaran di Palmerah Jakbar diseebabkan lagi masak ditinggal, mengakibatkan seorang lansia bernama Suratman (81) tewas dalam peristiwa tragis yang terjadi pada Minggu malam, 5 Juli 2026. Kebakaran ini melanda rumah di RT 15 RW 08, Palmerah, Jakarta Barat, dan menghanguskan enam rumah lainnya.
Menurut informasi dari Ketua RT setempat, Ali Hamzah, Suratman diduga menggunakan lilin saat mencoba memperbaiki kabel listrik di rumahnya. Saat lilin tersebut jatuh, api dengan cepat menyebar dan menghanguskan bangunan yang mayoritas terbuat dari bahan mudah terbakar. Warga yang panik berusaha memadamkan api, tetapi tidak berhasil sebelum petugas pemadam kebakaran tiba.
Saksi mata, Sugiana, mengungkapkan bahwa saat kebakaran berlangsung, terdengar beberapa ledakan yang diduga berasal dari tabung gas. Proses pemadaman berlangsung hingga pukul 22.00 WIB, namun sayangnya, Suratman tidak dapat diselamatkan dan ditemukan dalam kondisi hangus di dalam rumahnya.
Baca juga:
Kapolsek Palmerah, AKP Parman Nainggolan, menyatakan bahwa pihak kepolisian sedang menyelidiki penyebab kebakaran. Mereka telah melakukan pemeriksaan di lokasi dan mengambil keterangan dari beberapa saksi. Parman menegaskan pentingnya melakukan inspeksi terhadap instalasi listrik di daerah tersebut untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Dalam kunjungannya ke lokasi kebakaran, anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Jupiter, menggarisbawahi perlunya sistem pemadam kebakaran yang lebih baik di wilayah padat penduduk seperti Palmerah. Dia menekankan pentingnya pengadaan hidran mandiri, Alat Pemadam Kebakaran Ringan (APAR), dan pembentukan Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) di setiap RW untuk meningkatkan respons cepat terhadap kebakaran.
“Kita tidak bisa memprediksi kondisi kemacetan di Jakarta, dan itu sangat berpengaruh terhadap waktu kedatangan mobil pemadam kebakaran. Oleh karena itu, Redkar yang terlatih dapat membantu dalam tahap awal sebelum petugas resmi tiba,” ujar Jupiter.
Tragedi ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana kebakaran, terutama di daerah yang padat penduduk. Semua pihak diharapkan dapat berkolaborasi untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi masyarakat.
Kebakaran di Palmerah Jakbar diseebabkan lagi masak ditinggal, menambah daftar insiden kebakaran yang merugikan masyarakat. Dengan langkah-langkah pencegahan yang tepat, diharapkan kejadian serupa tidak akan terulang di masa mendatang.











