Hesti.id – 26 Juni 2026 | Mengukur dan mengelola risiko pasar dalam investasi menjadi hal yang sangat penting bagi para investor, baik individu maupun institusi. Risiko ini adalah perbedaan antara imbal hasil yang diharapkan dengan imbal hasil aktual yang dapat menyebabkan kerugian. Mengacu pada pandangan Hanafi (2016), risiko ini merupakan selisih yang dapat merugikan pihak-pihak yang terlibat. Dalam konteks investasi, Fahmi (2018) menegaskan bahwa risiko investasi mencakup ketidakpastian mengenai imbal hasil yang akan diterima di masa depan, yang dipengaruhi oleh fluktuasi pasar dan faktor eksternal lainnya.
Risiko pasar dapat dikategorikan ke dalam beberapa jenis, seperti:
- Risiko Suku Bunga: Muncul akibat perubahan tingkat suku bunga yang dapat mempengaruhi nilai instrumen keuangan seperti obligasi.
- Risiko Nilai Tukar: Terjadi karena volatilitas nilai tukar mata uang yang berdampak pada perubahan nilai aset yang dinyatakan dalam mata uang asing.
- Risiko Harga Ekuitas: Ancaman penurunan nilai investasi yang disebabkan oleh pergerakan harga saham di pasar.
- Risiko Harga Komoditas: Kerugian yang disebabkan oleh fluktuasi harga barang-barang komoditas.
- Risiko Likuiditas Pasar: Kesulitan dalam melakukan transaksi jual beli instrumen tanpa memberikan dampak negatif pada nilainya.
Untuk mengelola risiko pasar, penting untuk mengikuti kerangka kerja manajemen risiko yang berlandaskan pada standar ISO 31000:2018. Kerangka ini mencakup proses identifikasi, analisis, evaluasi, dan penanganan risiko yang harus dilakukan secara berkelanjutan, termasuk komunikasi dan konsultasi di setiap tahap.
Baca juga:
Dalam penelitian ini, pendekatan kualitatif deskriptif digunakan untuk menggambarkan risiko pasar yang dihadapi dalam investasi. Data yang digunakan terdiri dari laporan keuangan, data makroekonomi, dan studi literatur tentang manajemen risiko. Analisis risiko dilakukan dengan mengevaluasi dua dimensi utama: kemungkinan terjadinya risiko dan dampaknya terhadap nilai portofolio.
Hasil identifikasi menunjukkan lima risiko pasar yang signifikan, yaitu risiko suku bunga, risiko nilai tukar, risiko harga ekuitas/komoditas, risiko likuiditas pasar, dan risiko inflasi. Tabel berikut menyajikan hasil penilaian risiko yang telah diidentifikasi:
| No | Risiko | Kategori | Likelihood (L) | Impact (I) | Skor & Level | Penyebab Utama |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Risiko Suku Bunga | Pasar | 5 | 5 | 25 – Extreme | Kebijakan moneter agresif Bank Sentral |
| 2 | Risiko Nilai Tukar | Pasar | 4 | 4 | 16 – High | Ketergantungan pada aset berbasis impor |
| 3 | Risiko Harga Ekuitas/Komoditas | Pasar | 3 | 3 | 9 – Medium | Konsentrasi portofolio pada sektor tertentu |
| 4 | Risiko Likuiditas Pasar | Pasar | 2 | 4 | 8 – Medium | Instrumen dengan volume perdagangan rendah |
| 5 | Risiko Inflasi | Pasar | 3 | 2 | 6 – Medium | Kenaikan harga energi dan pangan |
Melalui pemetaan risiko, ditemukan bahwa risiko suku bunga berada pada level ekstrem, diikuti oleh risiko nilai tukar yang tergolong tinggi. Untuk mitigasi risiko ini, strategi yang disarankan meliputi:
- Risiko Suku Bunga: Diversifikasi durasi obligasi dan penggunaan instrumen derivatif untuk lindung nilai.
- Risiko Nilai Tukar: Menggunakan instrumen hedging untuk alokasi aset berdenominasi valuta asing.
- Risiko Harga Ekuitas/Komoditas: Memperluas diversifikasi sektor dan kelas aset.
- Risiko Likuiditas Pasar: Memprioritaskan instrumen dengan volume perdagangan tinggi.
- Risiko Inflasi: Memantau indikator inflasi dan mengalokasikan dana pada aset sebagai lindung nilai.
Kesimpulannya, mengukur dan mengelola risiko pasar dalam investasi adalah proses yang kompleks dan memerlukan perhatian yang serius. Terdapat lima risiko utama yang perlu diperhatikan, di mana risiko suku bunga dan nilai tukar menjadi yang paling signifikan. Agar portofolio investasi dapat bertahan dan mencapai tujuan jangka panjang, perlu dilakukan langkah-langkah strategis yang tepat, termasuk diversifikasi dan penggunaan instrumen hedging.











