Hesti.id – 28 Juni 2026 | Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, mengungkapkan kesedihannya atas dugaan mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) yang menerima suap sebesar Rp 20 juta terkait dengan aksi demonstrasi. Mahfud MD sedih mahasiswa UBK terima suap Rp 20 juta terkait demo, bandingkan dengan buzzer [titlebase], menekankan bahwa seharusnya mahasiswa berperan aktif dalam menyampaikan kritik kepada pemerintah tanpa perlu dibayar.
Dalam pernyataannya, Mahfud meminta Presiden Prabowo Subianto untuk mengungkap pihak-pihak yang terlibat dalam pendanaan aksi demo tersebut. Ia menekankan pentingnya transparansi agar tidak menimbulkan spekulasi di masyarakat. Menurut Mahfud, kritik yang disampaikan mahasiswa seharusnya mencerminkan pemahaman yang mendalam tentang kebijakan yang sedang dijalankan oleh pemerintah.
“Mahasiswa seharusnya dapat memberikan kritik yang substansial, bukan menjadi alat untuk kepentingan pihak tertentu,” ujarnya usai peluncuran buku di Universitas Gadjah Mada (UGM).
Baca juga:
Investigasi oleh Universitas Bung Karno mengungkapkan bahwa uang Rp 20 juta tersebut diberikan kepada mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum (BEM FH) UBK, Muhammad Abdimaludin, setelah aksi demonstrasi yang berlangsung pada 15 Juni 2026. Uang tersebut dikatakan berasal dari oknum yang dekat dengan aparat kepolisian, dan digunakan untuk membelokkan lokasi aksi demo agar tidak dilakukan di Istana Negara.
Ketua Tim Investigasi UBK, Eko Suryo S, menjelaskan bahwa kesepakatan antara Abdimaludin dan pihak-pihak tertentu dilakukan sebelum aksi, meski penyerahan uang baru terjadi setelah demonstrasi. “Mereka mendapatkan uang itu dari senior mereka yang memang selama ini dekat dengan aparat kepolisian,” jelas Eko.
Akibat dari temuan ini, universitas memutuskan untuk memberhentikan seluruh pengurus BEM FH dan BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UBK. Pihak rektorat menyatakan bahwa keputusan ini diambil sebagai langkah untuk menjaga integritas lembaga pendidikan dan moralitas mahasiswa.
Sementara itu, Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso, menyoroti bahwa masalah utama bukan terletak pada pemberi dana, tetapi pada moral dan integritas mahasiswa yang menerima tawaran tersebut. “Isu yang lebih penting adalah bagaimana mahasiswa menyikapi tawaran itu,” tegasnya.
Mahfud MD sedih mahasiswa UBK terima suap Rp 20 juta terkait demo, bandingkan dengan buzzer [titlebase], mencerminkan pandangan bahwa mahasiswa seharusnya dapat menyampaikan aspirasi mereka tanpa intervensi dari pihak luar yang memiliki kepentingan tertentu. Dengan situasi ini, Mahfud berharap agar mahasiswa kembali pada idealisme mereka dan tidak terjebak dalam praktik-praktik yang merugikan.
Dengan adanya pembersihan internal di BEM UBK, diharapkan akan ada regenerasi kepemimpinan yang lebih baik dan lebih berintegritas di kalangan mahasiswa. Universitas Bung Karno melakukan langkah tegas ini untuk memastikan bahwa mahasiswa dapat berperan sebagai agen perubahan yang positif dan bukan sebagai pihak yang diperalat dalam kepentingan politik.











