28/06/2026

Inovasi Digital Telkom University untuk Lindungi Warisan Gerabah Cirebon

Penulis

Qhadapi Ranolph Jehoichin

Inovasi Digital Telkom University untuk Lindungi Warisan Gerabah Cirebon
Inovasi Digital Telkom University untuk Lindungi Warisan Gerabah Cirebon

Hesti.id – 28 Juni 2026 | CIREBON, JurnalPost.com — Dalam upaya melestarikan warisan budaya gerabah yang ada di Desa Sitiwinangun, Kabupaten Cirebon, Telkom University Kembangkan Website Kriya Sitiwinangun Selamatkan Warisan Gerabah Cirebon melalui Repository Digital. Tim Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) yang dipimpin oleh Dr. Lusy Mukhlisiana dan Aaz Muhammad Hafidz Azis mengimplementasikan inisiatif ini untuk mengatasi masalah regenerasi pengrajin gerabah yang semakin menurun.

Program ini bertujuan untuk menyelamatkan seni kriya gerabah yang merupakan bagian penting dari identitas budaya lokal. Sitiwinangun dikenal sebagai salah satu pusat produksi gerabah tertua di wilayah Cirebon, namun minat generasi muda untuk melanjutkan keterampilan ini semakin menurun. Tanpa pendokumentasian yang baik, pengetahuan tentang teknik dan filosofi di balik pembuatan gerabah dapat hilang. Oleh karena itu, website ini diharapkan menjadi solusi untuk mendokumentasikan dan menyebarluaskan pengetahuan tersebut.

Dengan menggunakan pendekatan riset berbasis komunitas yang dikenal dengan Community-Based Participatory Research (CBPR), tim Abdimas melibatkan pengrajin senior dan masyarakat lokal dalam setiap tahap proyek. Hal ini memastikan bahwa pengetahuan yang selama ini diwariskan secara lisan dapat tertangkap dan didokumentasikan dengan baik. “Gerabah Sitiwinangun lebih dari sekadar kerajinan, tetapi juga merupakan identitas dan memori kolektif masyarakatnya,” jelas Dr. Lusy Mukhlisiana.

Website yang telah dikembangkan memiliki enam menu navigasi utama yang mencakup dokumentasi motif khas, teknik produksi, profil pengrajin, serta sejarah desa. Kehadiran repository digital ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi peneliti, pelaku pendidikan, wisatawan, dan generasi mendatang yang ingin mengenal lebih dekat kriya Sitiwinangun.

“Kami merancang website ini agar mudah dikelola oleh siapa pun, termasuk perangkat desa yang sebelumnya tidak memiliki latar belakang teknis. Tujuannya adalah agar warisan ini terus terdokumentasi tanpa ketergantungan terhadap pihak luar,” ungkap Aaz Muhammad Hafidz Azis. Tim juga menyelenggarakan pelatihan pengelolaan konten bagi perangkat desa di Balai Desa Sitiwinangun untuk memastikan mereka mampu mengupdate dan menambah konten secara mandiri.

Proses pelatihan dirancang dengan metode learning by doing, sehingga peserta tidak hanya belajar teori tetapi langsung mempraktikannya. Hasilnya, perangkat desa menunjukkan respons positif dan merasa mampu mengoperasikan fitur pengelolaan konten setelah pelatihan.

Dengan langkah ini, Telkom University Kembangkan Website Kriya Sitiwinangun Selamatkan Warisan Gerabah Cirebon melalui Repository Digital menjadi contoh nyata bahwa digitalisasi warisan budaya berbasis komunitas efektif dan berkelanjutan. Pengelolaan konten yang kini berada di tangan masyarakat desa menjadi jembatan untuk menghidupkan warisan budaya, bukan sekadar mengarsipkannya.

Related Post

Tinggalkan komentar