Hesti.id – 23 Juni 2026 | Kartu Tanda Penduduk (KTP) merupakan dokumen penting yang dimiliki oleh setiap warga negara. Namun, dengan kemajuan teknologi, KTP digital kini mulai diperkenalkan. Salah satu contoh penerapan KTP digital adalah dalam program bantuan sosial (bansos) yang dikelola oleh pemerintah. Untuk mendaftar bansos, masyarakat harus memiliki Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang merupakan versi digital dari dokumen kependudukan.
IKD dapat diakses melalui aplikasi khusus dan memungkinkan masyarakat untuk mengakses data KTP elektronik (KTP-el) dan Kartu Keluarga (KK) langsung dari ponsel. Selain itu, IKD juga digunakan sebagai sarana login untuk mengakses Portal Perlinsos Digital, yang memungkinkan masyarakat untuk mengajukan bantuan sosial secara online.
Untuk membuat IKD, masyarakat harus mempersiapkan beberapa dokumen dan persyaratan, seperti KTP dan KK. Setelah memiliki IKD aktif, masyarakat dapat mengajukan bantuan sosial melalui Portal Perlinsos Digital. Selain itu, KTP juga digunakan sebagai syarat utama untuk mengakses program padat karya yang diselenggarakan oleh Pemprov DKI Jakarta.
Baca juga:
Program padat karya ini ditujukan sebagai bantalan sosial bagi warga Jakarta yang membutuhkan penghasilan sementara. Peserta program ini akan bekerja melalui penyedia jasa pada kegiatan sejumlah perangkat daerah. KTP DKI Jakarta merupakan persyaratan utama bagi peserta, dan proses seleksi dilakukan secara terbuka dan dapat diawasi masyarakat.
Selain itu, masyarakat juga dapat mengecek desil bansos 2026 secara online menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tertera pada KTP. Desil bansos merupakan sistem pengelompokan tingkat kesejahteraan masyarakat yang digunakan pemerintah untuk menentukan penerima bantuan sosial.
Di sisi lain, Estonia, sebuah negara di kawasan Eropa Utara, berencana memberikan identitas digital layaknya KTP kepada agen kecerdasan buatan (AI). Ini dilakukan untuk memastikan bahwa agen AI dapat bertindak atas nama manusia secara legal dan terverifikasi.
Dalam beberapa kasus, pencetakan KTP elektronik (e-KTP) juga dapat dihentikan sementara karena kehabisan stok ribbon dan film. Oleh karena itu, masyarakat harus mempersiapkan diri dan memahami proses pembuatan dan penggunaan KTP digital.
Dalam kesimpulan, KTP digital dan bansos merupakan dua hal yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat. Dengan memahami cara membuat dan menggunakan KTP digital, masyarakat dapat mengakses bantuan sosial dan program padat karya dengan lebih mudah. Selain itu, pemerintah juga harus memastikan bahwa proses pembuatan dan penggunaan KTP digital berjalan dengan lancar dan efektif.











