24/06/2026

Kelompok Peternak Sebut Serapan Daging Ayam oleh SPPG Tak Signifikan, Ini Alasannya

Kelompok Peternak Sebut Serapan Daging Ayam oleh SPPG Tak Signifikan, Ini Alasannya
Kelompok Peternak Sebut Serapan Daging Ayam oleh SPPG Tak Signifikan, Ini Alasannya

Hesti.id – 24 Juni 2026 | Kelompok peternak sebut serapan daging ayam oleh SPPG tak signifikan, menyebabkan kerugian bagi peternak. Perhimpunan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (Permindo) mengungkapkan bahwa anjloknya harga ayam hidup bukan semata-mata disebabkan kelebihan pasokan, melainkan akumulasi efek domino dari tata kelola impor bahan baku pakan, tekanan likuiditas industri, panic selling peternak, dan ketimpangan struktur pasar.

Ketua Umum Permindo, Kusnan, menjelaskan bahwa harga ayam yang rendah berkepanjangan saat ini bukan semata-mata akibat over supply, melainkan akumulasi efek domino dari tata kelola impor bahan baku pakan, tekanan likuiditas industri, panic selling peternak, dan ketimpangan struktur pasar yang pada akhirnya menekan harga jauh di bawah biaya produksi peternak rakyat.

Menurut Permindo, kondisi saat ini menunjukkan peternak sedang menghadapi krisis margin usaha. Di satu sisi, harga jual ayam terus melemah, sementara biaya produksi justru meningkat akibat kenaikan harga pakan. Organisasi tersebut mencatat harga pakan kini berada pada kisaran Rp8.600 hingga Rp9.500 per kilogram atau naik sekitar Rp1.000 per kilogram dibandingkan periode sebelumnya.

Kondisi itu membuat peternak menanggung kerugian sekitar Rp5.000 hingga Rp7.000 untuk setiap kilogram ayam yang dijual. Dengan rata-rata bobot panen dua kilogram per ekor, kerugian peternak dapat mencapai Rp8.000 hingga Rp10.000 per ekor ayam.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, meminta adanya penyelidikan terkait pembelian bahan baku di bawah harga acuan pemerintah oleh satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG). Yasin menginginkan adanya penyelidikan terkait hal tersebut karena perwakilan peternak mengeluhkan soal SPPG yang membeli telur ayam di bawah HAP.

Yasin menekankan bahwa harga pembelian bahan baku juga harus sesuai HAP. “Harga acuan pemerintah itu harus ditaati,” ujarnya. Selain itu, Yasin juga menambahkan bahwa seluruh SPPG di Jawa Tengah harus mengambil bahan baku MBG dari peternak dan petani di Jawa Tengah, baik yang tergabung dalam koperasi maupun asosiasi.

Kelompok peternak sebut serapan daging ayam oleh SPPG tak signifikan, sehingga peternak mengalami kerugian. Oleh karena itu, perlu adanya perhatian dan tindakan dari pemerintah untuk meningkatkan serapan daging ayam dan membantu peternak mengatasi krisis margin usaha.

Kesimpulan, kelompok peternak sebut serapan daging ayam oleh SPPG tak signifikan, menyebabkan kerugian bagi peternak. Perlu adanya perhatian dan tindakan dari pemerintah untuk meningkatkan serapan daging ayam dan membantu peternak mengatasi krisis margin usaha.

Related Post

Tinggalkan komentar