24/06/2026

Korban Penipuan Investasi Digital Melonjak: Drama China Jadi Jebakan Baru

Korban Penipuan Investasi Digital Melonjak: Drama China Jadi Jebakan Baru
Korban Penipuan Investasi Digital Melonjak: Drama China Jadi Jebakan Baru

Hesti.id – 24 Juni 2026 | Korban penipuan investasi digital melonjak: drama China jadi jebakan baru di Indonesia. Modus penipuan ini menggunakan drama China sebagai kedok untuk menawarkan penghasilan mudah dan cepat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap penipuan ini.

Menurut data OJK, sejak 1 Januari hingga 20 Mei 2026, terdapat 17.105 pengaduan terkait entitas ilegal, dengan 14.380 pengaduan berkaitan dengan pinjaman online ilegal, 2.601 pengaduan terkait investasi ilegal, dan 124 pengaduan mengenai gadai ilegal.

Korban penipuan investasi digital melonjak: drama China jadi jebakan baru karena modus ini menggunakan tugas harian yang tampak tidak berbahaya, seperti menonton drama China, untuk mengelabui korban. Namun, di balik itu, terdapat skema manipulatif yang terstruktur untuk menguras saldo korban.

OJK telah menghentikan kegiatan beberapa entitas yang diduga melakukan penipuan, seperti YUDIA, CANTVR, Appeninc, VID, dan Sensenowai. Masyarakat diminta untuk tetap kritis terhadap tawaran pekerjaan yang datang melalui platform pesan instan seperti Telegram atau WhatsApp.

Korban penipuan investasi digital melonjak: drama China jadi jebakan baru karena banyak masyarakat yang tergiur dengan tawaran keuntungan mudah dan cepat. Namun, OJK mengingatkan bahwa tidak ada keuntungan yang mudah dan cepat, dan bahwa masyarakat harus selalu waspada terhadap penipuan.

Untuk menghindari kerugian materiil, masyarakat diminta untuk tidak melakukan deposit dana dan merekrut anggota baru (Member get Member) untuk mendapatkan pendapatan harian dan bonus tambahan. Masyarakat juga diminta untuk memeriksa legalitas suatu entitas sebelum melakukan transaksi.

Korban penipuan investasi digital melonjak: drama China jadi jebakan baru di Indonesia. OJK akan terus memperkuat pengawasan terhadap pelaku usaha jasa keuangan untuk mencegah penipuan ini. Masyarakat diminta untuk selalu waspada dan tidak tergiur dengan tawaran keuntungan mudah dan cepat.

Kesimpulan, korban penipuan investasi digital melonjak: drama China jadi jebakan baru di Indonesia. Masyarakat harus selalu waspada terhadap penipuan ini dan tidak tergiur dengan tawaran keuntungan mudah dan cepat. OJK akan terus memperkuat pengawasan terhadap pelaku usaha jasa keuangan untuk mencegah penipuan ini.

Related Post

Tinggalkan komentar