27/06/2026

Geofest ke-7: Danau Toba Perkuat Kerja Sama Internasional Geopark

Penulis

Nakasaputra Jeramy

Geofest ke-7: Danau Toba Perkuat Kerja Sama Internasional Geopark
Geofest ke-7: Danau Toba Perkuat Kerja Sama Internasional Geopark

Hesti.id – 26 Juni 2026 | Danau Toba, yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata terindah di Indonesia, terpilih menjadi tuan rumah Geofest ke-7 di Danau Toba Sumut perluas kerja sama internasional antar-geopark. Acara bergengsi ini, yang dikenal dengan nama Geotourism Festival and International Conference, akan berlangsung dari 1 hingga 5 Juli 2026 di tiga kabupaten yang mengelilingi Danau Toba, yaitu Simalungun, Samosir, dan Karo.

Event ini diharapkan menjadi momentum bagi Toba Caldera UNESCO Global Geopark (UGGp) untuk memperluas jaringan dan memperkuat kerja sama dengan berbagai geopark dari berbagai negara, termasuk Geopark Lenggong, Langkawi, serta geopark dari Thailand dan Filipina. General Manager Toba Caldera UGGp, Azizul Kholis, menyatakan bahwa penandatanganan kerja sama antar-UGGp akan dilakukan pada saat Geofest ke-7.

“Kita akan memperkuat kerja sama dengan geopark lainnya, dan ini menjadi kesempatan bagi Kaldera Toba untuk memasuki paket perjalanan geopark di kawasan Asia Pasifik,” ujar Azizul saat konferensi pers di Kantor Gubernur Sumatra Utara, Medan.

Berbagai agenda menarik telah disiapkan untuk Geofest ke-7, mulai dari seminar tentang penguatan tata kelola geopark hingga peresmian geosite baru. Selain itu, forum ilmiah internasional juga akan diadakan, memberikan ruang bagi para akademisi dan praktisi untuk bertukar pikiran dan pengalaman.

“Event ini cukup panjang. Sebelumnya, kami akan mengadakan pra-event di Raja Ampat dan setelah itu, akan dilanjutkan dengan acara utama di sini. Kami berharap, acara ini dapat mempromosikan Kaldera Toba lebih luas di dunia,” tambahnya.

Salah satu fokus utama dalam Geofest ini adalah penambahan 40 geosite baru di Kaldera Toba. Dengan penambahan ini, diharapkan wisatawan memiliki lebih banyak pilihan destinasi dan meningkatkan lama kunjungan mereka di sekitar Danau Toba. “Kita akan tambah Geosite Kaldera Toba dengan 40 lagi, sehingga pengunjung memiliki pilihan yang lebih banyak,” jelas Azizul.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Sumut, Adryanta Putra Ginting, menekankan bahwa Pemerintah Provinsi Sumut akan memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Geofest ke-7. Menurutnya, kegiatan berskala internasional ini berpotensi memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat lokal, meningkatkan kunjungan wisatawan, serta memperkuat citra Danau Toba di tingkat global.

“Dengan dukungan penuh dari Pemprov, kami berharap Geofest ke-7 di Danau Toba Sumut perluas kerja sama internasional antar-geopark ini dapat mendorong perekonomian lokal dan meningkatkan popularitas Danau Toba di dunia,” ungkap Adryanta.

Secara keseluruhan, Geofest ke-7 di Danau Toba menjadi langkah strategis dalam memperkuat jejaring geopark global dan meningkatkan potensi pariwisata daerah. Dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat, diharapkan acara ini akan sukses dan membawa manfaat yang besar bagi semua pihak yang terlibat.

Related Post

Tinggalkan komentar