Hesti.id – 28 Juni 2026 | Festival Heritage Depok Lama 2026 tumbuhkan sektor UMKM dengan memberikan ruang bagi pelaku usaha kecil di Depok. Acara yang digelar untuk pertama kalinya ini berhasil menarik perhatian masyarakat dengan berbagai kegiatan menarik. Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmasyah, menyatakan bahwa festival ini tidak hanya sekadar ajang hiburan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Acara yang berlangsung di tengah Kota Depok ini menampilkan parade budaya yang memukau, ruang edukasi sejarah, dan bazar yang menjadi tempat berkumpulnya berbagai produk lokal. Chandra mengungkapkan bahwa festival ini memberikan kesempatan bagi para pelaku usaha untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat yang lebih luas. “Bagi pedagang kecil, festival ini adalah peluang untuk menjual, berinteraksi dengan pembeli baru, dan memperkenalkan produk yang selama ini hanya dikenal di lingkungan sekitar,” ujarnya.
Festival Heritage Depok Lama mengusung konsep yang unik, menggabungkan elemen budaya, sejarah, dan ekonomi dalam satu panggung. Bazar yang diadakan menjadi sorotan utama, menampilkan berbagai kuliner khas, kerajinan tangan, dan produk kreatif dari pelaku UMKM. Pengunjung tidak hanya berbelanja, tetapi juga dapat berbincang langsung dengan para penjual, menanyakan tentang proses produksi hingga cerita di balik setiap produk.
Baca juga:
Interaksi ini sangat penting, terutama bagi banyak UMKM yang masih bergantung pada penjualan secara langsung dan kedekatan dengan pembeli. Dengan adanya festival yang mengundang keramaian, produk-produk yang sebelumnya kurang diperhatikan kini mendapat perhatian lebih. Hal ini membuka peluang untuk pesanan ulang dan promosi dari mulut ke mulut.
Keberadaan bazar di festival ini juga berfungsi sebagai penguat ekonomi lokal. Produk-produk yang ditawarkan menjadi jembatan bagi pengunjung untuk mengenali potensi usaha dari komunitas setempat. Chandra menekankan bahwa dukungan terhadap UMKM harus terus dijaga, karena sektor ini merupakan tulang punggung ekonomi daerah. Dalam konteks Festival Heritage Depok Lama, dukungan ini diwujudkan dengan cara yang sederhana: datang, membeli, dan mengenal pelaku usaha.
Warga Depok diimbau untuk meramaikan festival ini dan melihat kawasan Depok Lama sebagai ruang sejarah yang juga memiliki potensi ekonomi. Chandra mengungkapkan keyakinannya bahwa jika acara seperti ini dilaksanakan secara rutin, dampaknya akan meluas. Pelaku usaha akan mendapatkan pasar, warga memiliki pilihan belanja, dan kawasan lama akan mendapatkan revitalisasi sebagai tujuan kegiatan publik.
Dalam festival ini juga terdapat Historical Studio YLCC yang menyajikan pengalaman edukatif mengenai sejarah Depok. Ruang edukasi ini menampilkan dokumentasi, artefak, dan narasi tentang asal-usul serta perkembangan Kota Depok. Salah satu aspek yang menarik perhatian adalah kisah 12 marga yang menjadi bagian dari identitas Depok. Melalui studio ini, generasi muda dapat belajar sejarah dengan cara yang lebih interaktif dan menarik.
Chandra menegaskan pentingnya mengenalkan sejarah kepada generasi sekarang agar mereka tidak melupakan akar budaya mereka. Festival ini membawa pendekatan yang lebih hidup, di mana sejarah dan aktivitas ekonomi dapat berjalan berdampingan. Dengan demikian, Festival Heritage Depok Lama 2026 tumbuhkan sektor UMKM sekaligus memperkuat identitas kota.
Melalui acara ini, Pemerintah Kota Depok berupaya memposisikan kawasan Heritage Depok Lama sebagai tujuan wisata baru. Festival ini menjadi salah satu langkah awal untuk memperkenalkan kawasan tersebut kepada publik, menarik kunjungan, dan menguji minat masyarakat terhadap kombinasi wisata sejarah dan ekonomi kreatif.
Chandra berharap masyarakat tidak hanya datang untuk melihat, tetapi juga terlibat aktif dalam setiap kegiatan yang ada. “Mari kita datang, lihat, pelajari, dan rasakan. Kita dukung UMKM kita, kenali sejarah kita, dan bangun rasa memiliki terhadap kota ini,” ajaknya. Dengan dukungan publik yang kuat, festival ini diharapkan menjadi mesin yang terus berputar bagi pelaku usaha lokal.
Festival Heritage Depok Lama 2026 menunjukkan bahwa ketika sejarah disajikan dalam format yang menarik, masyarakat akan lebih antusias untuk hadir. Ketika masyarakat datang, UMKM akan bergerak, dan dengan demikian, denyut ekonomi lokal akan terasa lebih hidup. Festival ini, meskipun baru pertama kali digelar, telah menjadi panggung bagi bazar, studio sejarah, dan cerita kota yang ingin terus hidup.





![[Full] Ketua DEN Luhut Soroti MBG: Rencana Pelaksanaan Perlu Diperbaiki](https://hesti.id/wp-content/uploads/2026/06/full-ketua-den-luhut-soroti-mbg-rencana-pelaksanaan-perlu-diperbaiki.webp)





