21/06/2026

Listrik di Jawa-Bali Terancam Padam, IMEF Sebut Penyebabnya Keterlambatan RKAB 2026

Listrik di Jawa-Bali Terancam Padam, IMEF Sebut Penyebabnya Keterlambatan RKAB 2026
Listrik di Jawa-Bali Terancam Padam, IMEF Sebut Penyebabnya Keterlambatan RKAB 2026

Hesti.id – 21 Juni 2026 | Listrik di JawaBali terancam padam, IMEF sebut penyebabnya keterlambatan RKAB 2026, menjadi perhatian utama ketika PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Flores Bagian Timur melakukan pemadaman listrik di beberapa wilayah di Kabupaten Sikka dan Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pemadaman listrik ini dilakukan karena adanya pengerjaan perbaikan komponen vital pada jaringan tegangan menengah (JTM) serta aktivitas perampalan dahan pohon yang dinilai rawan menyentuh kabel bentangan udara.

Menurut Manajer PLN (Persero) UP3 Flores Bagian Timur, Eko Riduan, pemadaman listrik ini dimulai pukul 10.00 Wita hingga 15.00 Wita. Beberapa klaster wilayah yang terdampak langsung oleh pemadaman intermiten ini antara lain meliputi sebagian area di Desa Nangahure, Desa Waturia, Desa Patisomba, hingga Kecamatan Magepanda di wilayah administratif Kabupaten Sikka.

Di sisi lain, Ketua Indonesian Mining & Energy Forum (IMEF), Singgih Widagdo, mengatakan bahwa listrik di Jawa-Bali terancam padam, IMEF sebut penyebabnya keterlambatan RKAB 2026, karena keterlambatan persetujuan Rencana Kerja Anggaran Biaya (RKAB) tambang batubara. Menurutnya, kurangnya pasokan batubara untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang menyebabkan sejumlah wilayah di pulau Jawa menghadapi pemadaman listrik bergilir juga disebabkan oleh meningkatnya biaya pertambangan akibat perang Amerika Serikat dan Iran.

Singgih mengatakan bahwa listrik di Jawa-Bali terancam padam, IMEF sebut penyebabnya keterlambatan RKAB 2026, karena menipisnya stok batubara PLN untuk PLTU khususnya di Jawa, Madura, dan Bali (Jamali), akibat kesalahan Pemerintah dalam mengelola Rencana Kerja dan Anggaran Belanja (RKAB) batubara di 2026. Produksi batubara di 2025 sendiri telah mencapai 790 juta ton. Namun di 2026, Menteri ESDM mencoba untuk mengelola produksi nasional batubara menjadi 600 juta ton, dengan maksud menekan agar tidak terjadi kondisi over pasar Pasifik yang menjadi pasar batubara Indonesia.

Penyusunan RKAB 2026 bagi seluruh perusahaan sangat terlambat, yang semestinya selesai di akhir tahun, sampai akhir Maret baru mencapai 580 juta ton. Listrik di Jawa-Bali terancam padam, IMEF sebut penyebabnya keterlambatan RKAB 2026, menjadi perhatian utama untuk segera diatasi.

Kesimpulan dari masalah listrik di Jawa-Bali terancam padam, IMEF sebut penyebabnya keterlambatan RKAB 2026, adalah bahwa pemerintah harus segera mengatasi keterlambatan persetujuan RKAB tambang batubara dan meningkatkan pasokan batubara untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) untuk mencegah pemadaman listrik bergilir. Listrik di Jawa-Bali terancam padam, IMEF sebut penyebabnya keterlambatan RKAB 2026, harus menjadi prioritas untuk menjaga kestabilan pasokan listrik di Jawa-Bali.

Related Post

Tinggalkan komentar