19/06/2026

Tensi Global Mendingin, Bakom RI Optimistis Stabilitas Fiskal Indonesia Menguat

Penulis

Aloisa Aloisa

Tensi Global Mendingin, Bakom RI Optimistis Stabilitas Fiskal Indonesia Menguat
Tensi Global Mendingin, Bakom RI Optimistis Stabilitas Fiskal Indonesia Menguat

Hesti.id – 19 Juni 2026 | Tensi Global Mendingin, Bakom RI Optimistis Stabilitas Fiskal Indonesia Menguat, hal ini terjadi setelah adanya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran yang membuka harapan baru bagi stabilitas ekonomi global. Penurunan harga minyak dunia hingga di bawah 80 dolar AS per barel juga berpotensi memperkuat dan melonggarkan ruang fiskal Indonesia tahun ini.

Menurut Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Muhammad Qodari, penurunan harga minyak dunia menjadi salah satu kabar baik bagi Indonesia. Harga minyak yang sebelumnya berada di kisaran 93 dolar AS per barel kini telah turun hingga berada di bawah 80 dolar AS per barel. Dengan kebutuhan impor minyak Indonesia yang cukup besar, penurunan harga tersebut dapat mengurangi beban pengeluaran pemerintah sehingga memperbaiki ruang fiskal nasional.

Tensi Global Mendingin, Bakom RI Optimistis Stabilitas Fiskal Indonesia Menguat, karena beberapa indikator ekonomi menunjukkan perbaikan. Indeks saham tercatat kembali berada di atas level 6.000, sementara nilai tukar rupiah berada di bawah Rp18.000 per dolar AS. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah telah memperkuat fondasi ekonomi melalui pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan infrastruktur yang mendukung pertumbuhan industri manufaktur serta peningkatan konektivitas.

Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) memproyeksi perkembangan situasi di Timur Tengah masih dinamis meski sudah terdapat interim deal antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran. Untuk itu, BI menilai masih diperlukan penguatan respons baik dari sisi fiskal maupun moneter. Tensi Global Mendingin, Bakom RI Optimistis Stabilitas Fiskal Indonesia Menguat, karena pemerintah didorong memperkuat disiplin fiskal, mengoptimalkan diplomasi ekonomi, dan mempercepat transformasi sektor riil guna menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah meningkatnya beban utang dan ketidakpastian ekonomi global.

Rupiah dinilai masih punya ruang untuk menguat, ini faktornya. Meningkatnya kepercayaan pasar terhadap langkah stabilisasi yang ditempuh pemerintah dan Bank Indonesia (BI) menjadi salah satu faktor utama yang menopang pergerakan mata uang Garuda. Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, memperkirakan rupiah berpotensi menguat menuju level Rp17.500 per dolar AS dalam waktu dekat.

Tensi Global Mendingin, Bakom RI Optimistis Stabilitas Fiskal Indonesia Menguat, karena terdapat tiga faktor utama yang menjadi fondasi penguatan rupiah saat ini. Pertama, komitmen BI dalam menjaga stabilitas nilai tukar melalui kenaikan suku bunga acuan secara kumulatif sebesar 75 basis poin. Kedua, penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM), khususnya Pertamax, mulai memperbaiki persepsi investor terhadap kondisi fiskal Indonesia. Ketiga, efisiensi dan penyesuaian anggaran pada sejumlah program pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), dinilai sebagai sinyal kembalinya fokus pemerintah pada disiplin fiskal.

Di kesimpulan, Tensi Global Mendingin, Bakom RI Optimistis Stabilitas Fiskal Indonesia Menguat, karena pemerintah telah memperkuat fondasi ekonomi melalui pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan infrastruktur yang mendukung pertumbuhan industri manufaktur serta peningkatan konektivitas. Dengan demikian, Indonesia dapat meningkatkan ketahanan ekonomi nasional di tengah meningkatnya beban utang dan ketidakpastian ekonomi global.

Related Post

Tinggalkan komentar