Hesti.id – 19 Juni 2026 | Harga bahan bakar minyak di Indonesia telah mengalami penyesuaian pada Juni 2026. Harga bensin non-subsidi seperti Pertamax dan Pertamax Green 95 telah meningkat. Pertamax kini dijual seharga Rp 16.250 per liter, sedangkan Pertamax Green 95 dijual seharga Rp 17.000 per liter. Kenaikan harga ini dipengaruhi oleh dinamika makro ekonomi internasional yang bergerak fluktuatif belakangan ini.
Sementara itu, harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar tidak mengalami perubahan. Pertalite tetap dijual seharga Rp 10.000 per liter, sedangkan Biosolar dijual seharga Rp 6.800 per liter. Kenaikan harga bahan bakar minyak di Indonesia ini telah memicu perbandingan dengan harga bahan bakar minyak di negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara.
Menurut data yang dirilis, harga bahan bakar minyak di Indonesia masih relatif murah dibandingkan dengan negara-negara lain di Asia Tenggara. Harga Pertamax di Indonesia masih jauh lebih murah dibandingkan dengan harga bahan bakar minyak di negara-negara seperti Singapura, Myanmar, dan Laos.
Baca juga:
PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) juga telah menyatakan bahwa pasar kendaraan listrik nasional masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar pada tahun ini, terutama di tengah kenaikan harga bahan bakar minyak yang berpotensi mendorong masyarakat mencari alternatif mobilitas yang lebih efisien.
Kenaikan harga bahan bakar minyak di Indonesia ini telah menjadi perhatian bagi masyarakat dan pemerintah. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi dampak kenaikan harga bahan bakar minyak, termasuk dengan meningkatkan subsidi untuk bahan bakar minyak bersubsidi.
Dalam beberapa tahun terakhir, harga bahan bakar minyak di Indonesia telah mengalami fluktuasi yang signifikan. Pada tahun 2020, harga bahan bakar minyak di Indonesia telah meningkat secara signifikan debido kepada kenaikan harga minyak dunia. Namun, pada tahun 2021, harga bahan bakar minyak di Indonesia telah menurun secara signifikan debido kepada penurunan harga minyak dunia.
Harga bahan bakar minyak di Indonesia dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk harga minyak dunia, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, dan kebijakan pemerintah. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemantauan yang ketat terhadap harga bahan bakar minyak di Indonesia untuk memastikan bahwa harga bahan bakar minyak di Indonesia tetap stabil dan terjangkau bagi masyarakat.











