29 Juni 2026

Bupati Karolin Serukan Persatuan di Festival Grebeg Suro 2026

Penulis

Supala Dean Supala

Bupati Karolin Serukan Persatuan di Festival Grebeg Suro 2026
Bupati Karolin Serukan Persatuan di Festival Grebeg Suro 2026

Hesti.id – 28 Juni 2026 | Festival Budaya Grebeg Suro Ke-6 Tahun 2026 dibuka secara resmi oleh Bupati Landak, Karolin, yang mengajak masyarakat untuk merawat persatuan. Acara ini berlangsung di GOR Patih Gumantar pada Sabtu malam, 27 Juni 2026. Dalam sambutannya, Karolin menegaskan pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam melestarikan seni dan budaya dari berbagai etnis di Kabupaten Landak.

Dengan semangat untuk hadir di tengah masyarakat, meski baru tiba dari Jakarta, Bupati Karolin menyatakan, “Upaya saya untuk bisa hadir merupakan bagian dari komitmen kami, baik kami dari Bupati maupun dari Pemerintah Daerah, untuk terus mendukung seluruh kegiatan seni budaya masyarakat yang ada di Kabupaten Landak. Semuanya boleh mengadakan.”

Karolin juga menekankan pentingnya menjaga kerukunan di tengah situasi geopolitik global yang tidak menentu. “Kita tetap tenang dan berupaya agar kita semua bisa hidup rukun. Itu adalah sumbangan yang luar biasa bagi bangsa dan negara kalau kita bisa hidup bersama dalam keadaan rukun,” tambahnya.

Ketua Panitia Grebeg Suro Ke-6, Teguh Pambudi, sejalan dengan pesan Bupati, menyatakan bahwa festival ini bukan hanya sekadar perayaan untuk etnis tertentu, tetapi sebagai wadah pemersatu masyarakat Kabupaten Landak. “Kegiatan Festival Budaya Grebeg Suro ini bertujuan menjaga, melestarikan, dan memperkenalkan budaya Jawa kepada masyarakat luas, serta mempererat tali persaudaraan antara suku, agama, dan budaya yang hidup berdampingan di Kabupaten Landak,” ungkapnya.

Teguh juga menjelaskan bahwa tema “Kukuh Manunggal Ngawiji Ngabang Landak” yang diusung tahun ini memiliki makna mendalam, menjadi simbol tekad seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat persatuan dalam keberagaman. “Festival ini adalah upaya kita bersama dalam membangun Kabupaten Landak yang semakin maju, harmonis, dan sejahtera,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Karolin memuji kekompakan panitia dan Paguyuban Jawa Kabupaten Landak yang telah berhasil menyelenggarakan festival ini hingga tahun keenam. Ia mengenang waktu awal penyelenggaraan festival yang dilakukan dengan keterbatasan dana dan kini telah berkembang menjadi acara besar dengan partisipasi 760 peserta pawai mobil hias tahun ini.

“Tadi saya duduk sama Ketua Panitia, lihat di depan, saya bilang ‘Duh, udah tahun keenam ya? Nggak berasa lho’. Memang saya ingat waktu yang pertama dulu, bagaimana Paguyuban, kemudian Panitia mulai dari bingung mau mulai dari mana,” ungkap Karolin.

Bagi Karolin, perayaan Grebeg Suro atau Tahun Baru Jawa ini adalah momen yang tepat untuk bersyukur atas anugerah yang telah diterima, sekaligus merajut optimisme untuk tahun yang baru. “Setiap Tahun Baru, apapun Tahun Barunya, pasti kita mengucap syukur atas semua rezeki yang boleh kita terima di tahun yang berlalu,” tutupnya.

Acara malam puncak Festival Budaya Grebeg Suro Ke-6 ini ditutup dengan pagelaran Wayang Kulit yang mengangkat lakon “Wahyu Tjempoko Muljo”. Lakon ini dibawakan oleh Dalang Ki Trisnanto, S.Sn yang sarat akan pesan moral mengenai kepemimpinan bijaksana, ketulusan mengabdi, serta pentingnya integritas demi kepentingan bangsa.

Related Post

Tinggalkan komentar