Hesti.id – 28 Juni 2026 | Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, terus melahirkan generasi muda yang luar biasa, dan salah satu bintang yang bersinar di antara mereka adalah Nurul Wakiat. Di usia 18 tahun, Nurul sudah menunjukkan prestasi yang mengesankan dan menjadi representasi pemuda multitalenta dari Berau. Lahir pada tahun 2005, dia menggabungkan energi positif dengan bakat dan dedikasi yang luar biasa, membuktikan bahwa usia muda bukanlah penghalang untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Nurul merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara, dan sejak kecil, ia telah dibentuk menjadi sosok yang mandiri, peka, serta berwawasan luas. Karakter multitalentanya tercermin dari sejumlah hobi yang digelutinya, mulai dari seni merangkai bunga, menulis puisi, hingga menunjukkan kepercayaan diri di atas panggung catwalk.
Perjalanan karir Nurul dimulai di lingkungan sekolah. Ketika bersekolah di SMPN 5 Tanjung Redeb, ia berhasil meraih Juara 1 dalam Lomba Ceramah Agama dan Juara 1 Lomba Mendongeng pada Festival Bulan Bahasa. Di ajang yang sama, ia juga mendapatkan predikat Harapan 2 dalam Lomba Fashion, yang menjadi awal kecintaannya pada dunia modeling.
Baca juga:
Karakter kepemimpinan Nurul semakin terasah ketika ia dipercaya menjadi Ketua Dewan Kerja Pramuka Penggalang. Perannya ini menunjukkan bahwa Nurul tidak hanya berbakat secara akademis dan seni, tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat.
Setelah melanjutkan pendidikan di SMAN 2 Berau, prestasi Nurul semakin meningkat. Ia dinobatkan sebagai Duta Baca periode 2023–2025, sebuah jabatan yang mengharuskan dirinya untuk menggerakkan literasi di kalangan remaja. Selain itu, ia terpilih sebagai anggota Paskibra Kecamatan Teluk Bayur pada tahun 2023, yang menunjukkan ketahanan fisik dan kedisiplinannya.
Di bidang bahasa dan seni, Nurul juga tidak kalah mengesankan. Ia meraih Juara 2 dalam Lomba Story Telling Berbahasa Inggris dan Juara 3 dalam Lomba Baca Puisi. Tak hanya itu, dedikasinya di organisasi kepanduan mencapai puncaknya ketika ia berhasil meraih predikat Pramuka Garuda Tingkat Penegak, yang merupakan penghargaan tertinggi untuk seorang Pramuka.
Prestasi Nurul tidak hanya berhenti di situ. Dia juga bersinar di panggung pageantry dengan meraih Runner-Up 1 Kontes Pageant Tingkat Provinsi Kalimantan Timur. Wawasan luasnya tentang potensi daerah membawanya meraih gelar Duta Pariwisata Intelegensi Putri Kabupaten Berau 2026. Puncak pencapaian publiknya tahun ini adalah ketika ia melangkah ke kancah nasional sebagai Finalis Putri Bumi Indonesia 2026. Dalam ajang ini, Nurul menyuarakan kepeduliannya terhadap isu-isu kelestarian lingkungan hidup.
Keputusan Nurul untuk melanjutkan pendidikan di Program Studi Teknik Lingkungan di Universitas Muhammadiyah Berau bukanlah hal yang kebetulan. Pilihan ini mencerminkan komitmennya untuk mengadvokasi isu lingkungan secara lebih akademis dan solutif. Melalui ilmu yang ia pelajari, Nurul berharap dapat berkontribusi dalam pengelolaan limbah, konservasi alam, dan pembangunan berkelanjutan, demi menjaga kelestarian Berau yang kaya akan potensi wisata alam.
Di usia yang masih muda, Nurul Wakiat adalah contoh nyata dari generasi emas yang tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga berkomitmen untuk membumi dengan ilmu pengetahuan. Kombinasi antara bakat seni, pengalaman organisasi, dan latar belakang akademis di bidang lingkungan membuatnya menjadi aset berharga bagi masa depan Kalimantan Timur.











