Hesti.id – 28 Juni 2026 | OpenAI, perusahaan teknologi yang dikenal karena inovasi dalam kecerdasan buatan, dilaporkan sedang mempertimbangkan untuk menunda penawaran umum perdana (IPO) mereka. Menurut laporan NYT OpenAI mempertimbangkan untuk menunda IPO karena masalah penilaian, CEO Sam Altman ingin memastikan bahwa nilai perusahaan tidak jatuh di bawah $1 triliun saat go public.
Rencana awal OpenAI adalah untuk melakukan IPO pada kuartal ketiga atau keempat tahun ini. Namun, dengan adanya kekhawatiran setelah debut luar biasa SpaceX, yang berhasil mengumpulkan dana IPO sebesar $85,7 miliar dan mencapai valuasi lebih dari $1,7 triliun, OpenAI merasa perlu untuk berhati-hati. Debut SpaceX yang mengesankan di pasar saham justru diikuti oleh penurunan nilai saham yang signifikan, dan ini menjadi perhatian besar bagi OpenAI.
Saat ini, OpenAI tercatat memiliki valuasi sekitar $852 miliar setelah menerima suntikan dana sebesar $122 miliar pada akhir Maret. Perusahaan ini menghadapi tantangan untuk menunjukkan profitabilitas di tengah tingginya ekspektasi pasar. Tahun lalu, OpenAI mencatat pendapatan sekitar $13 miliar, sementara mereka merencanakan pengeluaran mencapai $600 miliar untuk kapasitas komputasi pada tahun 2030.
Baca juga:
Dalam konteks ini, penting untuk dicatat bahwa meskipun OpenAI memiliki basis pengguna yang besar, sekitar 900 juta untuk ChatGPT, mereka masih jauh dari mencapai keuntungan yang stabil. Proyeksi pendapatan mereka untuk tahun 2030 bisa mencapai lebih dari $280 miliar, tetapi hal ini masih tergantung pada kemampuan mereka untuk memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat.
Kekhawatiran tentang penilaian yang tidak memenuhi harapan investor bukanlah hal yang sepele. CEO dari startup pencarian AI, Perplexity, menyatakan bahwa jika IPO blockbuster OpenAI tidak memenuhi ekspektasi, ini bisa menimbulkan efek riak yang luas di pasar. Hal ini menunjukkan bahwa pasar sangat memperhatikan bagaimana perusahaan-perusahaan AI besar ini berkembang, terutama setelah keberhasilan SpaceX.
Dengan demikian, keputusan untuk menunda IPO bukan hanya sekedar langkah strategis, tetapi juga cerminan dari dinamika pasar yang lebih besar. OpenAI perlu memastikan bahwa mereka siap untuk menghadapi tantangan yang ada dan memberikan nilai yang diharapkan oleh para investor.
Dari semua faktor yang ada, tampaknya keputusan untuk tidak terburu-buru dalam melaksanakan IPO adalah langkah yang bijaksana. OpenAI tidak hanya ingin menjadi pemimpin dalam inovasi teknologi, tetapi juga ingin memastikan bahwa langkah mereka di pasar saham akan mencerminkan kekuatan dan potensi jangka panjang perusahaan. Dengan harapan bisa mencapai valuasi yang diinginkan, OpenAI mungkin akan menggunakan waktu tambahan ini untuk menyiapkan segala sesuatunya sebelum akhirnya melangkah ke publik.











