Hesti.id – 28 Juni 2026 | Jombang, JurnalPost.com – UPN Veteran Jawa Timur dorong implementasi pembangunan berkelanjutan melalui budidaya maggot di Desa Jombatan, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang. Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim dosen dan mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional pada Rabu (24/6) dengan dukungan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UPN Veteran. Program ini merupakan komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pemberdayaan masyarakat serta pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Mengusung tema “Trash to Treasure”, kegiatan ini adalah bagian dari rangkaian pengabdian yang telah dilaksanakan sebanyak tiga kali sejak tahun 2025. Tujuan utama dari program ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah dan mengolahnya menjadi sumber manfaat ekonomi. Pada tahun pertama, program difokuskan pada kesadaran masyarakat untuk memilah sampah di rumah serta menghentikan kebiasaan membakar sampah atau membuangnya ke sungai.
Tahap kedua dari kegiatan ini berlanjut dengan fokus pada pengelolaan sampah organik, yang kali ini melibatkan pelatihan budidaya maggot atau larva Black Soldier Fly (BSF). Pelatihan tersebut dihadiri oleh Bapak Umar Subhan Basri, seorang pegiat budidaya maggot yang telah berpengalaman. Sekitar 15 warga Dusun Jombatan mengikuti pelatihan yang berlangsung interaktif dan praktis.
Baca juga:
Dalam pelatihan ini, peserta diperkenalkan dengan berbagai bahan dan peralatan yang diperlukan untuk budidaya maggot. Mereka belajar tentang pemilihan lokasi yang tepat, pembuatan kandang, serta penyediaan media bertelur. Proses pemeliharaan maggot juga dijelaskan secara rinci, mulai dari pemberian pakan ampas tahu hingga limbah dapur organik.
Setelah sekitar 15 hari, maggot siap untuk dipanen dan dapat digunakan sebagai pakan ternak yang kaya akan protein. Selain itu, peserta diajarkan untuk menyisakan sebagian maggot sebagai calon indukan untuk melanjutkan siklus budidaya. Dengan pengelolaan yang baik, siklus produksi maggot dapat berlangsung secara berkelanjutan, sehingga menawarkan solusi yang efektif untuk pengelolaan sampah organik.
Antusiasme peserta terlihat jelas selama pelatihan. Banyak warga yang mengakui kesulitan mereka dalam mengelola sampah dan berharap pelatihan ini memberikan solusi praktis. Bapak Umar berharap pelatihan ini dapat memotivasi masyarakat untuk lebih mandiri dalam mengelola sampah dan melihat sampah sebagai sumber daya berharga.
Sebagai dukungan berkelanjutan, tim pengabdian masyarakat juga menyerahkan bantuan berupa perangkat budidaya maggot, tong sampah untuk sampah anorganik, infografis tentang pengelolaan sampah, serta desain industri dari limbah. Walda Okvi Juliana Ningsih, salah satu dosen dari tim tersebut, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya mengurangi masalah sampah, tetapi juga mengembangkan kemandirian ekonomi masyarakat.
Program ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam penciptaan peluang usaha baru dan pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Dengan pendekatan ekonomi sirkular, UPN Veteran Jawa Timur berharap masyarakat Desa Jombatan dapat bertransformasi dan mengubah masalah sampah menjadi peluang yang menguntungkan.
Dengan pelaksanaan program yang berkelanjutan, UPN Veteran Jawa Timur dorong implementasi pembangunan berkelanjutan melalui budidaya maggot di Desa Jombatan. Hal ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengatasi masalah lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.











