Hesti.id – 28 Juni 2026 | Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Mandarin Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) baru-baru ini menggelar Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Internasional untuk pelajar diaspora Indonesia di Tiongkok. Kegiatan ini berlangsung di Zhejiang Normal University pada tanggal 24 Juni 2026 dan dihadiri oleh 18 mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh studi di luar negeri.
PKM internasional ini mengangkat tema “Capacity Building Mahasiswa Indonesia di Luar Negeri melalui Pelatihan Perancangan Pengabdian kepada Masyarakat Berdampak dan Berkelanjutan Berbasis Jejaring Diaspora Akademik”. Berbeda dari kegiatan PKM yang biasanya berfokus pada pengabdian langsung di Indonesia, kali ini program ini ditujukan untuk memperkuat kapasitas pelajar Indonesia yang berada di luar negeri.
Tim PKM yang dipimpin oleh Yogi Bagus Adhimas, S.Pd., M.A. ini juga melibatkan beberapa anggota lain seperti Miftachul Amri, S.Pd., M.Pd., M.Ed., Ph.D., dan Tiffany Qorie, S.S., M.TCSOL. Dalam pelatihan ini, peserta diberikan pemahaman mendalam mengenai cara merancang program pengabdian kepada masyarakat yang berkualitas dan berkelanjutan.
Baca juga:
FBS Unesa berupaya memperluas ruang pengabdian melalui kolaborasi akademik lintas negara, dengan menyadari bahwa pelajar Indonesia di luar negeri memiliki pengalaman dan jejaring yang sangat berharga. Dalam pelatihan tersebut, peserta diajak untuk merenungkan kembali konsep pengabdian kepada masyarakat yang sering kali dianggap sebagai kewajiban akademik atau kegiatan seremonial semata.
Dalam sesi pelatihan, tim PKM menekankan pentingnya merancang program pengabdian dengan proses yang matang. Hal ini dimulai dari pemetaan kebutuhan, perumusan tujuan, penyusunan program, pelaksanaan yang terukur, hingga memastikan keberlanjutan setelah kegiatan utama selesai. Dengan pendekatan ini, diharapkan PKM tidak hanya bermanfaat bagi pelaksana, tetapi juga dapat menjadi agen perubahan sosial bagi masyarakat.
Salah satu gagasan menarik yang dibahas dalam kegiatan ini adalah model pengabdian berbasis komunitas diaspora. Komunitas pelajar Indonesia di luar negeri dapat memilih satu sekolah di desa tertentu di Indonesia sebagai sekolah binaan, di mana mereka bisa memberikan dukungan berupa kelas motivasi, pendampingan belajar, atau pengajaran jarak jauh.
Selain itu, dukungan material seperti perlengkapan sekolah atau seragam juga dapat diperoleh melalui sumbangan beasiswa atau dukungan kolektif dari komunitas diaspora. Gagasan ini menunjukkan bahwa pengabdian tidak hanya berfokus pada aspek sosial dan pendidikan, tetapi juga mencakup kreativitas dan identitas budaya Indonesia.
PKM internasional ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 mengenai pendidikan berkualitas dan SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan. Penguatan kapasitas pelajar diaspora juga berkontribusi pada pemerataan pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.
Melalui kolaborasi antara FBS Unesa dan pelajar diaspora Indonesia di Tiongkok, kegiatan ini merefleksikan pentingnya kemitraan lintas institusi dan negara dalam menciptakan program yang berdampak. Meskipun waktu pelaksanaan terbatas, kegiatan ini menjadi ajang diskusi yang produktif, di mana peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan tentang perancangan PKM yang efektif, tetapi juga diajak untuk membayangkan kontribusi nyata yang dapat mereka lakukan sebagai mahasiswa Indonesia di luar negeri.
Dengan semangat yang tumbuh di Zhejiang Normal University, para peserta berdiskusi tentang pentingnya pendidikan, peran diaspora, jejaring, dan tanggung jawab mereka terhadap Indonesia. Inisiatif Prodi Mandarin Unesa Gelar PKM Internasional untuk Pelajar Diaspora Indonesia di Tiongkok ini menjadi langkah positif dalam mendukung pendidikan dan pemberdayaan masyarakat di tanah air.











