26/06/2026

IHSG Anjlok 2,7% ke 5.835, Tertekan oleh Sentimen Global dan Regional

IHSG Anjlok 2,7% ke 5.835, Tertekan oleh Sentimen Global dan Regional
IHSG Anjlok 2,7% ke 5.835, Tertekan oleh Sentimen Global dan Regional

Hesti.id – 26 Juni 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan pada perdagangan Jumat siang ini, tergelincir 2,7% ke level 5.835,114. Sebelumnya, IHSG dibuka di level 5.873,070, tetapi dengan cepat merosot akibat pengaruh negatif dari pasar saham regional dan Wall Street. Dengan penurunan ini, IHSG kini berada di titik terendah dalam dua minggu terakhir.

Pergerakan IHSG kali ini seakan mencerminkan tren negatif yang melanda bursa saham di kawasan Asia, di mana banyak indeks mengalami pelemahan. Salah satu faktor utama yang memicu aksi jual adalah profit taking oleh investor, terutama pada saham-saham yang terkait dengan teknologi dan kecerdasan buatan (AI). Hal ini juga diperparah oleh kondisi pasar di Wall Street yang ditutup dengan penurunan, menciptakan sentimen yang berlanjut ke bursa Asia.

Sebagai gambaran, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) siang ini juga mengalami pelemahan sebesar 0,31% atau 55 poin, yang membuatnya berada di level Rp 17.970. Ini merupakan dampak dari penguatan dolar di pasar global, meskipun sempat mengalami penurunan setelah data Produk Domestik Bruto (GDP) Amerika menunjukkan hasil yang lebih baik dari perkiraan. Meskipun demikian, penguatan tersebut mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) dalam waktu dekat.

Pada awal perdagangan, IHSG sudah menunjukkan tanda-tanda penurunan dengan melemah 125,968 poin (2,10%) ke level 5.873,070. Indeks LQ45 juga tidak luput dari tekanan, yang turun 6,810 poin (1,16%) ke level 580,940. Selama perdagangan siang ini, IHSG tercatat mengalami pengurangan lebih lanjut sebesar 163,924 poin (2,73%) ke level 5.835,114, dan indeks LQ45 juga menunjukkan penurunan signifikan sebesar 2,07% atau 12,190 poin ke level 575,940.

Data perdagangan menunjukkan bahwa saat ini terdapat 201 saham yang mengalami kenaikan, sementara 426 saham mengalami penurunan, dan 178 saham stagnan. Ini menunjukkan adanya ketidakpastian di kalangan investor yang cenderung memilih untuk menjual saham mereka daripada membeli di tengah kondisi pasar yang tidak menentu.

Bursa regional siang ini juga tidak menunjukkan tanda-tanda perbaikan, dengan indeks Nikkei merosot 4,87% dan Hang Seng yang turun 1,87%. Analis dari Vibiz Research Center menyatakan bahwa pergerakan bursa kali ini terkoreksi ke level terendah dalam dua minggu terakhir, sejalan dengan tren bearish yang terjadi di bursa-bursa lainnya.

Melihat perkembangan ini, IHSG Jumat siang tergelincir 2,7% ke level 5.835, searah merahnya regional dan Wall Street. Analisis menunjukkan bahwa IHSG kemungkinan akan terus tertekan di zona merah, dengan level resistance mingguan berada di antara 6.460 dan 6.631. Jika tekanan jual berlanjut, ada kemungkinan IHSG akan jatuh ke level support di angka 5.677, dan jika situasi semakin memburuk, bisa jadi akan menyentuh level 5.371.

Investor diharapkan untuk tetap waspada dan memantau perkembangan global yang dapat mempengaruhi arah pergerakan IHSG ke depannya. Sentimen pasar yang bergejolak bisa menjadi penghalang bagi pemulihan, sehingga sikap hati-hati menjadi sangat penting dalam menghadapi situasi ini.

Related Post

Tinggalkan komentar