Hesti.id – 26 Juni 2026 | Jumat siang ini, rupiah mengalami pelemahan signifikan, tercatat di level Rp17.970 per dolar AS. Ini merupakan level terendah dalam dua minggu terakhir, di mana dollar global mengalami koreksi. Penurunan ini menambah tekanan terhadap nilai tukar rupiah setelah sesi perdagangan pagi yang juga menunjukkan tren serupa.
Nilai tukar rupiah pada siang hari ini melemah sebesar 0,31% atau setara dengan 55 poin, dibandingkan dengan posisi penutupan sebelumnya yang berada di Rp17.915. Dalam analisis terbaru, rupiah diperkirakan akan terus bergerak dalam rentang yang cukup sempit antara Rp17.995 hingga Rp17.690 dalam waktu dekat.
Analis dari Vibiz Research Center mencatat bahwa pada hari ini, perdagangan rupiah dibuka dengan nilai yang lebih rendah di Rp17.937, kemudian mengalami fluktuasi sebelum akhirnya stabil di level Rp17.970. Penurunan nilai tukar rupiah ini terjadi bersamaan dengan penurunan dollar AS di pasar Asia, yang sebelumnya juga mengalami pelemahan setelah mencapai puncak tertinggi dalam 13 bulan.
Baca juga:
Data Produk Domestik Bruto (GDP) Amerika Serikat yang lebih baik dari perkiraan sebelumnya turut mempengaruhi pasar, memberikan sinyal bahwa prospek kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve mungkin tidak seagresif yang diperkirakan sebelumnya. Hal ini menyebabkan indeks dollar yang mengukur nilai dollar AS terhadap enam mata uang utama lainnya turun menjadi 101,38, dari posisi penutupan sebelumnya yang berada di 101,44.
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia juga menunjukkan tren negatif, dengan penurunan signifikan sebesar 163,924 poin atau 2,73%, mencapai level 5.835,114. Bursa saham di kawasan Asia umumnya menunjukkan pergerakan yang mixed, di mana beberapa indeks mengalami pelemahan, dipimpin oleh Kospi, seiring dengan aksi ambil untung dari investor terhadap saham-saham terkait kecerdasan buatan (AI).
Pergerakan pasar yang volatile ini mencerminkan kondisi Wall Street yang juga ditutup dengan penurunan, menambah tekanan terhadap pasar saham global. Dalam konteks ini, rupiah Jumat siang melemah ke level Rp17.970/USD pada 2 minggu terendahnya dollar global terkoreksi.
Ke depan, para analis mengharapkan adanya stabilitas dalam pasar, meskipun rupiah mungkin akan terus menghadapi tantangan dari dinamika global dan sentimen investor. Volatilitas di pasar uang perlu dicermati, terutama terkait dengan kebijakan moneter yang akan diambil oleh bank sentral di berbagai negara.
Dengan demikian, pelaku pasar disarankan untuk tetap waspada dan mengikuti perkembangan terkini yang dapat mempengaruhi nilai tukar dan kondisi pasar secara keseluruhan.











