Hesti.id – 26 Juni 2026 | Tencent Cloud dan XLSMART, operator telekomunikasi terkemuka di Indonesia, berhasil menyelesaikan proyek transformasi cloud skala besar yang berbasis kecerdasan buatan (AI). Proyek ini merupakan langkah strategis dalam modernisasi digital jangka panjang XLSMART yang berlangsung selama empat setengah bulan dan menjadi yang pertama di industri ini.
Selama proses migrasi, Tencent Cloud mengembangkan lebih dari 20 “Skills” migrasi cloud yang didukung oleh agen koding Tencent, CodeBuddy, dan agen AI workspace-nya, WorkBuddy. Dari tahap identifikasi hingga proses cutover, kemampuan AI Tencent telah meningkatkan efisiensi tim migrasi secara signifikan. Dalam proyek ini, sekitar 1.200 layanan mikro, 1.100 API, dan 900 antarmuka bisnis berhasil dimigrasikan dengan sukses, serta lebih dari 15 TB data inti berhasil dipindahkan dengan aman ke lingkungan cloud baru.
XLSMART dibentuk pada April 2025 melalui merger antara XL Axiata dan Smartfren. Saat ini, perusahaan ini melayani lebih dari 69 juta pengguna di Indonesia, menawarkan berbagai layanan seperti komunikasi seluler, broadband rumahan, dan layanan digital untuk segmen korporat. Namun, tantangan muncul dalam proses integrasi pasca-merger, di mana XLSMART menghadapi kompleksitas teknis terkait dengan lebih dari 60 aplikasi inti yang tersebar di berbagai platform multi-cloud yang terfragmentasi.
Baca juga:
Untuk mengatasi tantangan ini, pada Desember 2025, XLSMART memutuskan untuk melakukan perubahan strategi dan memulai proyek transformasi cloud yang lebih komprehensif. Proyek ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga melibatkan tantangan organisasi yang signifikan. Banyak aplikasi yang perlu dirancang ulang, melibatkan lebih dari 10 vendor pihak ketiga, yang menambah tingkat kompleksitas dalam koordinasi.
XLSMART memilih untuk tidak melakukan pendekatan ‘lift-and-shift’ yang biasa, melainkan melakukan audit menyeluruh terhadap arsitektur sistem. Dengan cara ini, mereka dapat menentukan komponen yang perlu dipertahankan, disesuaikan, atau dioptimalkan. Meskipun pendekatan ini menambah kompleksitas, XLSMART tetap fokus pada peningkatan efisiensi operasional sebagai tujuan utama transformasi.
Dengan memanfaatkan AI secara menyeluruh, Tencent Cloud mengintegrasikan kemampuan AI di setiap tahapan proyek, mulai dari identifikasi layanan hingga pemantauan sistem. Proses yang sebelumnya memakan waktu berbulan-bulan kini dapat diselesaikan dalam hitungan minggu atau bahkan hari. Lebih dari 20 Skills yang dikembangkan selama proyek ini kini telah menjadi platform migrasi AI yang dapat digunakan kembali untuk mendukung proyek-proyek transformasi cloud mendatang.
Tencent Cloud juga memperkenalkan dua “Skills” utama untuk mengatasi tantangan identifikasi sumber daya dan analisis arsitektur. Skill pertama secara otomatis memindai lingkungan lintas akun dan memetakan spesifikasi sumber daya lama ke konfigurasi Tencent Cloud, sementara Skill kedua menganalisis aset yang ditemukan untuk mengidentifikasi arsitektur aplikasi dan menghasilkan dokumen desain yang siap pakai.
Selama migrasi, Tencent Cloud menyediakan lebih dari 20 produk inti untuk mendukung XLSMART, termasuk layanan database, solusi keamanan, dan intelligent advisor. Selain itu, lebih dari 200 pengembangan fitur dilakukan untuk memastikan adaptasi penuh terhadap ekosistem teknologi global dan kebiasaan pengguna di pasar lokal.
Kolaborasi yang erat antara kedua tim memungkinkan XLSMART menyelesaikan migrasi tanpa gangguan, tanpa downtime, dan dalam waktu yang sangat efisien. Tencent Cloud juga melakukan pemindaian keamanan menyeluruh untuk melindungi aplikasi-aplikasi penting XLSMART selama proses migrasi.
Poshu Yeung, Senior Vice President of Tencent Cloud, menyatakan bahwa Skills migrasi cloud yang dikembangkan dalam proyek ini kini telah menjadi platform migrasi yang dapat digunakan kembali, dan mereka merasa terhormat dapat bekerja sama dengan XLSMART dalam proyek yang menjadi tolok ukur bagi industri ini. Sementara itu, Yessie D. Yosetya, Chief Information & Technology Officer XLSMART, menegaskan bahwa proyek ini lebih dari sekadar migrasi ke cloud, melainkan juga membangun fondasi digital yang lebih kuat untuk inovasi dan peningkatan pengalaman pelanggan.
Saat ini, Tencent Cloud terus memperkuat kehadirannya di Indonesia dan Asia Tenggara dengan memperluas layanan public cloud dan mengembangkan ekosistem mitra yang solid. Kedua perusahaan berkomitmen untuk mendukung terciptanya masa depan digital yang berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi semua pihak yang terlibat.











