Hesti.id – 02 Juli 2026 | Insiden tragis terjadi di Papua saat pesawat udara milik PT Associated Mission Aviation (AMA) berjenis Pilatus dengan nomor registrasi PK-RCY dibakar oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Lapangan Terbang Ipedehik, Kabupaten Yahukimo, pada Kamis (2/7/2026). Pesawat yang baru saja mendarat ini diserang segera setelah menurunkan muatan, mengakibatkan pilot, Captain Nicholas F. Goselin, dilaporkan tewas.
Penerbangan tersebut lepas landas dari Bandara Wamena sekitar pukul 06.27 WIT dan berhasil mendarat dengan selamat pada pukul 06.47 WIT. Namun, situasi berubah buruk ketika sekelompok orang yang diduga KKB langsung menyerang pesawat, membakarnya hingga hangus.
Menurut laporan dari pihak kepolisian, sebelum terbang, kondisi cuaca di rute penerbangan dinyatakan cerah, dan tidak ada indikasi adanya gangguan keamanan. Namun, setelah pesawat mendarat dan pilot memberikan laporan akhir bahwa mereka telah mendarat dengan aman, komunikasi dengan pos area di lapangan terputus.
Baca juga:
“Misteri dimulai ketika komunikasi terputus total setelah laporan akhir dari pilot. Informasi mengenai kematian pilot masih dalam penyelidikan,” kata Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto.
Petugas keamanan gabungan TNI-Polri kini tengah melakukan investigasi mendalam dan merencanakan evakuasi di lokasi kejadian. Namun, medan yang sulit dan cuaca yang tidak menentu menjadi kendala dalam proses evakuasi dan penyelidikan.
Menanggapi insiden ini, Kementerian Perhubungan juga menyatakan bahwa mereka telah menerima laporan awal dari Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I Wamena. Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menjelaskan bahwa proses investigasi sedang berlangsung untuk mengungkap penyebab pasti dari insiden ini.
Di sisi lain, Menteri Perhubungan sebelumnya, EE Mangindaan, juga berharap agar pihak Sukhoi dapat memberikan asuransi yang layak untuk keluarga korban sesuai dengan peraturan yang berlaku. Ia menekankan pentingnya perhatian terhadap keselamatan dalam penerbangan di Indonesia, terutama di daerah rawan konflik seperti Papua.
Insiden ini menambah daftar panjang tragedi yang menimpa dunia penerbangan di Indonesia, di mana keselamatan penumpang dan kru pesawat udara tetap menjadi perhatian utama. Dengan adanya berbagai tantangan yang dihadapi, diharapkan pihak berwenang dapat mengambil langkah-langkah pencegahan yang lebih efektif untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang.
Sejumlah pihak, termasuk organisasi penerbangan internasional, juga diperkirakan akan memberikan perhatian lebih terhadap situasi di Papua, terutama menyangkut keamanan penerbangan. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum diverifikasi.











