Hesti.id – 24 Juni 2026 | Baru-baru ini, sebuah penelitian mengungkap bahwa golongan darah tertentu mungkin memiliki risiko lebih tinggi mengalami stroke, terutama pada usia muda. Studi Ungkap Golongan Darah Ini Punya Risiko Stroke Lebih Tinggi Apa Anda Termasuk menjadi pertanyaan yang banyak dibahas akhir-akhir ini. Temuan ini menambah daftar faktor risiko stroke yang selama ini diketahui, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol, dan gaya hidup tidak sehat.
Meski begitu, para peneliti menegaskan bahwa golongan darah bukan satu-satunya penentu seseorang akan mengalami stroke. Risiko penyakit ini tetap dipengaruhi oleh banyak faktor lainnya. Studi Ungkap Golongan Darah Ini Punya Risiko Stroke Lebih Tinggi Apa Anda Termasuk menunjukkan bahwa individu yang memiliki variasi genetik golongan darah A1 memiliki risiko sekitar 16 persen lebih tinggi mengalami stroke pada usia muda dibandingkan orang dengan golongan darah lainnya.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Neurology pada 2022 menemukan adanya hubungan antara variasi genetik golongan darah A1 dengan peningkatan risiko stroke sebelum usia 60 tahun. Dalam studi tersebut, para peneliti menganalisis data dari 48 penelitian genetik yang melibatkan sekitar 17.000 pasien stroke dan hampir 600.000 orang yang tidak pernah mengalami stroke. Seluruh peserta berusia antara 18 hingga 59 tahun.
Baca juga:
Hasilnya menunjukkan bahwa individu yang memiliki variasi genetik golongan darah A1 memiliki risiko sekitar 16 persen lebih tinggi mengalami stroke pada usia muda dibandingkan orang dengan golongan darah lainnya. Sebaliknya, pemilik variasi genetik golongan darah O1 diketahui memiliki risiko stroke sekitar 12 persen lebih rendah. Studi Ungkap Golongan Darah Ini Punya Risiko Stroke Lebih Tinggi Apa Anda Termasuk memberikan gambaran yang lebih jelas tentang kaitan antara golongan darah dan risiko stroke.
Apa itu golongan darah A1 dan O1? Sebagian besar masyarakat hanya mengenal golongan darah A, B, AB, dan O. Namun dalam dunia genetika, setiap golongan darah masih memiliki variasi genetik yang lebih spesifik. Golongan darah A1 dan O1 merupakan subkelompok genetik dalam sistem ABO yang ditentukan oleh kombinasi gen tertentu.
Mengapa golongan darah A diduga berkaitan dengan stroke? Para peneliti masih berusaha memahami alasan pasti di balik hubungan antara golongan darah A dan risiko stroke. Namun, salah satu teori yang berkembang adalah kaitannya dengan proses pembekuan darah. Faktor-faktor seperti trombosit, lapisan pembuluh darah, dan protein tertentu dalam darah diduga berperan dalam pembentukan gumpalan darah yang dapat menyumbat aliran darah menuju otak.
Stroke usia muda semakin meningkat. Para ahli juga menyoroti meningkatnya jumlah kasus stroke pada usia produktif dalam beberapa tahun terakhir. Stroke yang terjadi pada usia muda sering kali memberikan dampak jangka panjang karena penderitanya masih memiliki harapan hidup yang panjang. Akibatnya, risiko kecacatan permanen maupun gangguan kualitas hidup menjadi lebih besar.
Menariknya, penelitian menemukan bahwa hubungan antara golongan darah A dan risiko stroke lebih terlihat pada kelompok usia di bawah 60 tahun. Pada kelompok usia lanjut, kaitan tersebut tidak lagi terlalu signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa penyebab stroke pada usia muda kemungkinan berbeda dengan stroke yang terjadi pada lansia.
Golongan darah B juga dikaitkan dengan risiko stroke. Selain golongan darah A, penelitian juga menemukan bahwa pemilik golongan darah B memiliki risiko sekitar 11 persen lebih tinggi mengalami stroke dibandingkan golongan darah lainnya. Sementara itu, golongan darah O masih menjadi kelompok yang cenderung memiliki risiko lebih rendah terhadap beberapa gangguan pembekuan darah.
Kesimpulan dari Studi Ungkap Golongan Darah Ini Punya Risiko Stroke Lebih Tinggi Apa Anda Termasuk adalah bahwa golongan darah bukanlah satu-satunya penentu seseorang akan mengalami stroke. Faktor-faktor lain seperti tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol, dan gaya hidup tidak sehat tetap menjadi penyebab utama yang perlu diperhatikan. Menjaga tekanan darah, pola makan sehat, rutin berolahraga, dan menghindari kebiasaan merokok tetap menjadi langkah paling efektif untuk mencegah stroke sejak dini.











