Hesti.id – 21 Juni 2026 | Saham GOTO menjadi sorotan akhir-akhir ini setelah perusahaan tersebut memperoleh persetujuan dari pemegang saham untuk melakukan buyback saham senilai Rp3,5 triliun. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Kamis, 18 Juni 2026. Buyback saham ini merupakan bagian dari strategi pengelolaan modal perusahaan yang ditujukan untuk mengoptimalkan nilai bagi pemegang saham dan mendukung fleksibilitas keuangan perusahaan ke depan.
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) juga telah menyelesaikan pelaksanaan program pembelian kembali saham yang berlangsung selama satu tahun sejak 19 Juni 2025 hingga 18 Juni 2026. Selama periode tersebut, perusahaan membeli kembali sebanyak 7,59 miliar saham Seri A. Direktur GOTO, Simon Tak Leung Ho, menyatakan bahwa program buyback telah berakhir dan perseroan telah menyelesaikan pembelian kembali saham tersebut.
Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengonfirmasi kabar yang beredar soal terpilihnya Jeffrey Hendrik sebagai Direktur Utama Bursa Indonesia (BEI) periode 2026-2030. Jeffrey sebelumnya menjabat sebagai Penjabat Sementara (Pjs) Direktur Utama sekaligus Direktur Pengembangan BEI. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menyampaikan terpilihnya Jeffrey masuk dalam surat OJK yang telah disampaikan ke BEI.
Baca juga:
Saham GOTO terus menjadi perhatian investor setelah perusahaan tersebut memperoleh persetujuan untuk melakukan buyback saham. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan berkomitmen untuk meningkatkan nilai bagi pemegang saham dan mempertahankan posisinya di pasar. Dengan demikian, saham GOTO diprediksi akan terus melambung dan menjadi salah satu pilihan investasi yang menarik.
Dalam beberapa waktu terakhir, saham GOTO telah menunjukkan peningkatan yang signifikan. Hal ini tidak hanya dipengaruhi oleh keputusan buyback saham, tetapi juga oleh performa perusahaan yang terus membaik. Oleh karena itu, investor yang berminat untuk membeli saham GOTO harus mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi harga saham dan melakukan analisis yang mendalam sebelum membuat keputusan investasi.
Di samping itu, perusahaan juga telah mengangkat kembali Agus D.W. Martowardojo sebagai Komisaris Utama, Marjorie Tiu Lau sebagai Komisaris Independen, dan Santoso Kartono sebagai Komisaris. Keputusan ini menunjukkan bahwa perusahaan berkomitmen untuk mempertahankan kestabilan dan kesinambungan kepemimpinan.
Saham GOTO terus menjadi sorotan investor dan analis. Dengan berbagai keputusan strategis yang diambil perusahaan, saham GOTO diprediksi akan terus melambung dan menjadi salah satu pilihan investasi yang menarik. Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi harga saham dan melakukan analisis yang mendalam sebelum membuat keputusan investasi.











