Hesti.id – 18 Juni 2026 | Puluhan Tahun Menanti Bantuan Pemerintah Tak Kunjung Tiba Kini Warga Pasie Kualaba’u Galang Donasi Mandiri menjadi contoh nyata bagaimana masyarakat dapat bergerak bersama untuk memecahkan masalah yang telah lama dihadapi. Di Gampong Pasie Kualaba’u, Kecamatan Kluet Utara, Kabupaten Aceh Selatan, jalan utama desa yang rusak parah telah menjadi sumber keluhan masyarakat selama puluhan tahun. Kondisi ini tidak hanya mempengaruhi mobilitas warga tetapi juga aktivitas ekonomi, akses pendidikan, dan pelayanan kesehatan.
Menyadari bahwa bantuan pemerintah tidak kunjung tiba, masyarakat Pasie Kualaba’u memutuskan untuk mengambil inisiatif dengan membentuk Gerakan Donasi Masyarakat Pasie Kualaba’u (GEDMAKUBA). Keputusan ini diambil setelah musyawarah bersama yang dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat, termasuk perangkat gampong, Tuha Peut, tokoh agama, pemuda, dan tokoh masyarakat.
Ketua Tuha Peut Gampong Pasie Kualaba’u, Tgk. Hamdani, menjelaskan bahwa pembentukan GEDMAKUBA adalah bentuk ikhtiar bersama masyarakat untuk mencari solusi atas kondisi jalan yang telah lama dihadapi. "Jalan ini merupakan urat nadi kehidupan masyarakat. Selama ini warga sangat bergantung pada akses tersebut untuk berbagai aktivitas. Karena itu, melalui musyawarah bersama, kami sepakat membuka donasi sebagai bentuk gotong royong dan kepedulian terhadap kampung halaman," ujarnya.
Baca juga:
Hal serupa juga disampaikan oleh Tgk. Rasfir, Teungku Sagoe Gampong Pasie Kualaba’u, yang menekankan bahwa gerakan ini tidak hanya bertujuan untuk memperbaiki jalan tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan dan solidaritas sosial masyarakat. "Kami mengajak seluruh masyarakat, perantau, dan para dermawan untuk bersama-sama membantu. Semoga gerakan ini menjadi amal jariyah sekaligus memberikan manfaat besar bagi masyarakat Pasie Kualaba’u," katanya.
Dari sisi kepemudaan, M. Nasir bersama Rafur dan Misbah menyatakan komitmennya untuk mengawal pelaksanaan program secara terbuka dan transparan. "Ini adalah gerakan seluruh masyarakat Pasie Kualaba’u. Kami siap mendukung dan memastikan pengelolaan donasi dilakukan secara terbuka sehingga kepercayaan masyarakat dapat terjaga," ujar M. Nasir.
Tokoh masyarakat Hasan menilai gerakan tersebut lahir dari kepedulian warga terhadap kondisi desa yang membutuhkan perhatian bersama. "Masyarakat tidak ingin hanya menunggu. Dengan semangat gotong royong, kami ingin mengambil bagian dalam memperbaiki kondisi jalan yang menjadi kebutuhan bersama," ujarnya.
Sementara itu, mantan Keuchik Pasie Kualaba’u, Idris, berharap gerakan tersebut dapat menjadi langkah positif untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di desa. "Kami berharap berbagai pihak dapat memberikan dukungan dan perhatian sehingga akses jalan yang layak bagi masyarakat dapat segera terwujud," katanya.
Keuchik Pasie Kualaba’u, Imam Mukhti Syah Putra, menegaskan bahwa seluruh dana yang terkumpul akan dikelola secara transparan dan dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. "Alhamdulillah, hingga saat ini donasi yang telah terkumpul mencapai sekitar Rp15 juta. Kami akan terus menggalang partisipasi masyarakat, perantau, dan para dermawan untuk mendukung pembangunan jalan ini," ujarnya.
Melalui peluncuran GEDMAKUBA, masyarakat Pasie Kualaba’u berharap perbaikan jalan dapat segera terlaksana sehingga aktivitas warga menjadi lebih aman, lancar, dan produktif. Di saat yang sama, masyarakat juga berharap pembangunan infrastruktur desa tetap menjadi perhatian berbagai pihak demi terwujudnya akses yang layak dan berkelanjutan.
Puluhan Tahun Menanti Bantuan Pemerintah Tak Kunjung Tiba Kini Warga Pasie Kualaba’u Galang Donasi Mandiri menjadi bukti nyata bahwa masyarakat dapat berdaya dan bergerak bersama untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Dengan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap kampung halaman, diharapkan pembangunan jalan dan infrastruktur desa dapat segera terwujud, meningkatkan kualitas hidup masyarakat Pasie Kualaba’u.
Kesimpulan dari gerakan ini adalah bahwa masyarakat tidak perlu menunggu bantuan dari pemerintah untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Dengan bergerak bersama dan berdaya, masyarakat dapat mencari solusi dan memperbaiki kondisi yang telah lama dihadapi. Puluhan Tahun Menanti Bantuan Pemerintah Tak Kunjung Tiba Kini Warga Pasie Kualaba’u Galang Donasi Mandiri adalah contoh inspiratif bagi masyarakat lain untuk mengambil inisiatif dan bergerak bersama demi kemajuan dan kesejahteraan bersama.











