29 Juni 2026

PTPN I Regional 5 Terangi 101 Rumah Warga di Jember

Penulis

Nakasaputra Jeramy

PTPN I Regional 5 Terangi 101 Rumah Warga di Jember
PTPN I Regional 5 Terangi 101 Rumah Warga di Jember

Hesti.id – 29 Juni 2026 | JEMBER – Dalam upaya mendukung infrastruktur dasar masyarakat, Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN I Regional 5 telah berhasil menerangi 101 rumah warga Desa Curah Nongko, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, Jawa Timur, dengan aliran listrik PLN. Proses penyambungan listrik yang resmi dimulai pada Jumat, 9 Mei 2026, mengakhiri harapan panjang masyarakat yang mayoritas merupakan karyawan PTPN I Regional 5 Afdeling Trate, Kebun Kalisanen Kotta Blater.

Program ini merupakan bagian dari komitmen PTPN I dalam menyediakan infrastruktur dasar bagi karyawan dan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Afdeling Trate, yang terletak di kawasan perkebunan dengan akses geografis yang menantang, sangat membutuhkan dukungan untuk kelistrikan.

Dengan sinergi yang terjalin antara PTPN I Regional 5 dan PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Ambulu, penyambungan listrik ini akhirnya dapat direalisasikan. Kini, masyarakat setempat memiliki akses listrik yang lebih baik untuk menunjang aktivitas sehari-hari mereka.

Penyalaan listrik dilakukan secara simbolis oleh Camat Tempurejo, M. Najmul Huda, dalam sebuah acara sederhana. Acara ini juga diisi dengan pemberian santunan kepada anak-anak yatim dan lansia duafa sebagai bentuk kepedulian PTPN I terhadap masyarakat. Selain camat, hadir pula Manajer PTPN I Regional 5 Kebun Kalisanen Kotta Blater, Tatang Setiawan, Kepala Desa Curah Nongko, dan berbagai tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Najmul Huda menyampaikan apresiasi kepada PTPN I atas upaya mereka dalam menyediakan infrastruktur dasar bagi masyarakat. Ia menekankan bahwa listrik adalah kebutuhan primer yang sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup. “Inisiatif PTPN I Regional 5 yang tak kenal lelah ini adalah catatan sejarah yang akan dikenang oleh warga, terutama generasi mendatang. Dengan listrik yang cukup, kualitas hidup akan naik dan anak-anak kita tidak ketinggalan dalam penguasaan teknologi. Kepada masyarakat, pergunakan listrik ini dengan bijak,” ujarnya.

Manajer Kebun Kalisanen Kotta Blater, Tatang Setiawan, juga menegaskan bahwa penyambungan listrik ini adalah bagian dari komitmen perusahaan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat dan karyawan di lingkungan kebun. “Hadirnya listrik bukan hanya soal fasilitas, tetapi tentang bagaimana masyarakat bisa menjalani aktivitas dengan lebih baik. Kami berharap anak-anak dapat belajar dengan lebih nyaman pada malam hari, aktivitas rumah tangga menjadi lebih lancar, dan masyarakat memiliki peluang untuk berkembang,” ungkapnya.

Region Head PTPN I Regional 5, Subagiyo, juga menyatakan bahwa perusahaan berkomitmen untuk tidak hanya fokus pada operasional perkebunan, tetapi juga memastikan kehadiran mereka memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Kami percaya bahwa keberhasilan perusahaan harus berjalan beriringan dengan kondisi lingkungan sekitar yang semakin baik. Oleh karena itu, kami akan terus mendorong berbagai program sosial dan pembangunan agar manfaat perusahaan benar-benar dapat dirasakan masyarakat,” katanya.

Sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PTPN I Regional 5 juga merencanakan pemasangan 24 titik Penerangan Jalan Umum (PJU) di kebun yang sama pada akhir Triwulan II Tahun 2026. Selain itu, perusahaan juga akan memberikan bantuan perbaikan jalan dan saluran air sepanjang 100 meter di Dusun Kombongan, Desa Pondokrejo untuk mengatasi masalah banjir akibat tersumbatnya saluran air.

Hadirnya listrik membawa perubahan signifikan bagi warga setempat. Sunoto (47), salah satu penerima manfaat program ini, mengungkapkan rasa syukurnya atas akses listrik PLN yang kini tersedia di wilayahnya. “Sebelumnya kami hanya mengandalkan genset, jadi sangat terbatas. Sekarang kami sudah ‘merdeka’. Terima kasih PTPN I dan PLN, akhirnya kami bisa menikmati hasil pembangunan,” ungkapnya dengan penuh rasa syukur.

Bagi masyarakat Curah Nongko, kehadiran listrik bukan hanya sekadar penerangan, melainkan simbol harapan baru. Cahaya yang menerangi rumah-rumah mereka kini menjadi penanda meningkatnya kualitas hidup serta membuka peluang lebih besar untuk belajar, bekerja, dan berkembang di tengah lingkungan perkebunan.

Related Post

Tinggalkan komentar