29 Juni 2026

Edukasi Pembenihan Ikan Lokal Air Tawar di Banyuwangi

Penulis

Babette Babette Leanne

Edukasi Pembenihan Ikan Lokal Air Tawar di Banyuwangi
Edukasi Pembenihan Ikan Lokal Air Tawar di Banyuwangi

Hesti.id – 29 Juni 2026 | Indonesia adalah negara yang kaya akan keanekaragaman hayati, terutama dalam hal sumber daya perairan. Namun, pentingnya kelestarian ikan lokal air tawar semakin mendesak untuk diperhatikan. Tim Pengabdian Masyarakat dari Program Studi Akuakultur, Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga berinisiatif mengajak generasi muda terlibat langsung dalam upaya konservasi ini. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah mengadakan kegiatan edukasi dan workshop mengenai optimalisasi pembenihan ikan lokal air tawar di SMKN 1 Glagah Banyuwangi pada Jumat, 13 Februari 2026.

Kegiatan ini melibatkan dosen ahli, mahasiswa, dan sekitar 50 siswa dari SMKN 1 Glagah Banyuwangi. Suciyono, S.St.Pi., M.P., selaku Ketua Pelaksana, menjelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa dalam pembenihan ikan lokal air tawar sebagai bagian dari pelestarian sumber daya perairan. Ia menekankan bahwa peran generasi muda sangat penting dalam menjaga keberlanjutan ikan lokal air tawar melalui praktik budidaya yang tepat.

“Kami berharap siswa dapat lebih mengenal potensi ikan lokal dan mampu menerapkan pengetahuan mengenai pembenihan di lingkungan sekolah dan masyarakat,” ungkap Suciyono. Suparman, S.T., M.T., Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMKN 1 Glagah, menyambut baik inisiatif ini dan berharap kerjasama serupa dapat berlanjut ke depannya.

Workshop dibuka oleh Farida Mauludia, S.Pi., M.P., M.Sc., yang memperkenalkan berbagai jenis ikan lokal air tawar di Indonesia serta pentingnya pelestarian melalui restocking dan konservasi habitat. “Kita perlu membudidayakan ikan lokal air tawar karena populasinya semakin menurun,” tegasnya.

Materi workshop dilanjutkan oleh Hapsari Kenconojati, S.Si., M.Si, yang membahas manajemen pemeliharaan induk dan larva ikan lokal air tawar dari aspek nutrisi. Hapsari menjelaskan bahwa nutrisi merupakan faktor penting dalam pertumbuhan, reproduksi, dan sistem imun ikan. Ia juga menyoroti pentingnya manajemen pemberian pakan yang tepat dalam keberhasilan pemeliharaan ikan.

Sesi terakhir dipandu oleh Darmawan Setia Budi, S.Pi., M.Si, yang mengangkat topik pembenihan ikan lokal air tawar. Ia menjelaskan tantangan yang dihadapi, seperti keterbatasan stok dan kualitas induk, yang berdampak langsung pada kualitas benih. Berbagai teknik pembenihan seperti rekayasa genetika dan manipulasi pemijahan juga dibahas. “Pembenihan adalah fondasi utama dalam budidaya. Tanpa pembenihan, tidak akan ada pembesaran,” jelasnya dengan tegas.

Dalam implementasinya, tim pengabdian masyarakat memperkenalkan secara langsung metode pembenihan ikan lokal kepada siswa, mulai dari pemilihan induk hingga penanganan larva. Tim FIKKIA Unair juga memberikan sumbangan beberapa pasang indukan ikan lokal, termasuk ikan nilem, muraganting, wader pari, ikan dewa, dan tawes, yang diharapkan dapat menjadi stok induk untuk kegiatan pembenihan di sekolah.

Antusiasme siswa sangat terlihat selama kegiatan berlangsung. Rocella, seorang siswa kelas XI, berharap kegiatan ini dapat diadakan lagi. “Saya berharap kegiatan seperti ini bisa diadakan kembali karena memberikan banyak wawasan mengenai cara pembenihan ikan lokal air tawar,” ujarnya.

Melalui workshop ini, diharapkan penurunan populasi ikan lokal, khususnya di Banyuwangi, dapat teratasi dengan pendekatan edukasi, konservasi, dan pengembangan budidaya yang berkelanjutan. Pentingnya kelestarian ikan lokal air tawar tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat, terutama generasi muda yang merupakan penerus bangsa.

Related Post

Tinggalkan komentar