Hesti.id – 02 Juli 2026 | Komisi Eropa baru saja meluncurkan tiga akademi inovatif yang bertujuan untuk membekali masyarakat dengan keterampilan teknologi yang sangat diperlukan di bidang kuantum, kecerdasan buatan (AI), dan dunia virtual. Inisiatif ini dikenal sebagai Akademi kuantum dan keterampilan AI EC untuk membangun tenaga kerja teknologi yang kritis, dan diharapkan dapat meningkatkan daya saing Eropa di era digital yang semakin berkembang.
Pada acara Digital Skills Awards 2026 yang diselenggarakan di Brussels, pengumuman tentang peluncuran akademi ini menandai langkah signifikan dalam menghadapi tantangan kedaulatan teknologi. Jacob Sherson, direktur Pusat Kesiapan Kuantum Eropa di Universitas Aarhus dan koordinator Akademi Kuantum Eropa, menekankan pentingnya kolaborasi dan pendekatan terkoordinasi dalam membangun tenaga kerja yang siap menghadapi tantangan di bidang teknologi masa depan.
Akademi kuantum akan mendapatkan dukungan finansial sebesar €19,8 juta dan melibatkan lebih dari 70 lembaga mitra serta 100 organisasi afiliasi di seluruh Eropa. Proyek ini bertujuan untuk melatih setidaknya 600 profesional kuantum melalui program gelar lanjutan dan menjangkau 5.000 pelajar melalui berbagai kegiatan pendidikan dan pelatihan. Selain itu, 20 persen dari hibah perjalanan pelajar akan dicadangkan untuk mendukung pelajar dari kelompok yang kurang terwakili.
Baca juga:
Sherson juga menambahkan, “EQA, yang diluncurkan hari ini bersama dengan GenAI dan akademi dunia maya, adalah bagaimana ambisi tersebut menjadi nyata di lapangan, di ruang kelas, di ruang bersih, di perusahaan, di setiap wilayah di benua ini.” Hal ini menunjukkan bahwa keberhasilan Eropa dalam teknologi digital tidak hanya bergantung pada inovasi, tetapi juga pada pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia yang terampil.
Selama acara yang sama, penghargaan European Digital Skills Awards 2026 juga diberikan kepada lima inisiatif yang menunjukkan keunggulan dalam mengatasi tantangan keterampilan digital di berbagai sektor. Henna Virkkunen, wakil presiden eksekutif Komisi untuk kedaulatan teknologi, mengungkapkan bahwa penghargaan ini merayakan kapasitas Eropa untuk berinovasi dan memimpin dalam hal teknologi.
“Inisiatif yang diberikan ini membantu masyarakat di seluruh Eropa memperoleh keterampilan yang dibutuhkan untuk mendorong kemajuan dalam teknologi penting, memperkuat daya saing, dan memperkuat kedaulatan digital kita. Dengan berinvestasi pada sumber daya manusia, ambisi digital, dan inovasi, kami membangun Eropa yang lebih tangguh, siap menghadapi masa depan, dan dapat berkembang dan memimpin di era digital,” katanya.
Peluncuran Akademi kuantum dan keterampilan AI EC untuk membangun tenaga kerja teknologi yang kritis merupakan langkah penting untuk memastikan bahwa Eropa tidak hanya mampu bersaing dalam hal inovasi teknologi, tetapi juga siap menghadapi tantangan yang muncul di dunia digital. Dengan mempersiapkan tenaga kerja yang terampil dan berpengetahuan, Eropa berharap dapat mempertahankan dan memperkuat posisi kedaulatan teknologinya di masa depan.











