24/06/2026

Makanan Kukus dan Rebus Makin Digemari Pekerja Komuter Jakarta

Penulis

Aloisa Aloisa

Makanan Kukus dan Rebus Makin Digemari Pekerja Komuter Jakarta
Makanan Kukus dan Rebus Makin Digemari Pekerja Komuter Jakarta

Hesti.id – 24 Juni 2026 | Makanan Kukus dan Rebus Makin Digemari Pekerja Komuter Jakarta sebagai pilihan sehat dan praktis. Pagi baru saja menyapa Jakarta ketika Ella, seorang pekerja komuter, turun dari gerbong KRL yang padat. Seperti pekerja komuter lainnya, ia bergegas menuju tempat kerja di kawasan Sudirman. Namun, sebelum melanjutkan perjalanan ke kantor, ada satu kebiasaan baru yang belakangan tak pernah ia lewatkan.

Ella menyempatkan diri mampir ke sebuah lapak makanan kukus dan rebus di area stasiun. Di lapak itu, terlihat jagung manis, ubi jalar, kentang, telur, hingga kacang tanah tersusun rapi dan masih mengepul hangat. Dengan uang sekitar belasan ribu rupiah, ia sudah bisa membawa pulang seporsi jagung manis dan ubi kukus untuk sarapan.

Bagi Ella, pilihan Makanan Kukus dan Rebus Makin Digemari Pekerja Komuter Jakarta bukan sekadar praktis, tetapi juga bagian dari upayanya menjaga kesehatan. "Alasan utamanya tentu kesehatan," kata Ella. Ella mengaku mulai lebih selektif memilih makanan sejak memasuki usia 40 tahun. Ia merasa tubuhnya tidak lagi sama seperti dulu, terutama dalam mencerna makanan tinggi minyak dan gula.

Makanan Kukus dan Rebus Makin Digemari Pekerja Komuter Jakarta terasa lebih aman bagi tubuh karena minim proses pengolahan. Selain itu, ubi dan jagung yang kaya serat membuatnya kenyang lebih lama tanpa menimbulkan rasa begah. Bagi pekerja komuter, makanan seperti ini juga dinilai praktis. Pedagang biasanya sudah menyiapkan makanan dalam kondisi matang dan hangat sehingga pembeli tidak perlu menunggu lama.

Makanan Kukus dan Rebus Makin Digemari Pekerja Komuter Jakarta juga lebih mudah dibawa karena tidak berminyak. Dari sisi harga, makanan ini relatif ramah di kantong. Satu porsi umumnya dijual sekitar Rp10.000 hingga Rp15.000. Harga tersebut dianggap lebih hemat dibandingkan membeli kopi susu kekinian atau camilan di kafe sekitar perkantoran.

Geliat bisnis Makanan Kukus dan Rebus Makin Digemari Pekerja Komuter Jakarta turut membuka peluang bagi pelaku usaha mikro di kawasan transportasi publik. Salah satunya Hartono, pemilik lapak makanan kukus dan rebus di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan. Hartono mulai berjualan sejak akhir 2022, ketika aktivitas masyarakat kembali meningkat setelah pembatasan pandemi mulai dilonggarkan.

Ia melihat stasiun KRL memiliki potensi besar karena menjadi titik pertemuan ribuan pekerja setiap hari. Menurut Hartono, pilihannya menjual Makanan Kukus dan Rebus Makin Digemari Pekerja Komuter Jakarta cukup beralasan. Selain karena harga minyak goreng sempat naik turun, makanan rebus dan kukus lebih mudah dijaga kualitasnya.

Freelance nutritionist Milda Hasna menilai tren mengurangi gorengan dan makanan berminyak sebagai sinyal positif. Menurutnya, hal ini menunjukkan semakin banyak masyarakat yang sadar pentingnya mengontrol asupan kalori dan lemak jenuh. Namun, Milda mengingatkan agar masyarakat tidak salah memahami pola makan sehat.

Mengurangi gorengan bukan berarti tubuh harus benar-benar menghindari lemak. "Secara ilmu gizi, asupan lemak tetap harus dipenuhi. Mengurangi lemak secara berlebihan justru bisa merugikan tubuh," jelas Milda. Ia menjelaskan, tubuh tetap membutuhkan lemak untuk membantu penyerapan vitamin A, D, E, dan K.

Survei IDN Research Institute menunjukkan Makanan Kukus dan Rebus Makin Digemari Pekerja Komuter Jakarta semakin populer di kalangan milenial dan generasi Z. Dalam survei terhadap 628 responden, sebanyak 85,2 persen mengaku pernah membeli makanan rebus atau kukus sebagai pengganti camilan dalam enam bulan terakhir.

Kesimpulan, Makanan Kukus dan Rebus Makin Digemari Pekerja Komuter Jakarta bisa menjadi pilihan sehat dan praktis bagi pekerja komuter. Dengan memilih makanan yang minim proses pengolahan, kita dapat menjaga kesehatan dan menghemat pengeluaran. Oleh karena itu, Makanan Kukus dan Rebus Makin Digemari Pekerja Komuter Jakarta patut dipertimbangkan sebagai bagian dari gaya hidup sehat masyarakat perkotaan.

Related Post

Tinggalkan komentar