Hesti.id – 24 Juni 2026 | BGN siap coret 8 juta penerima MBG: Anak SMA yang uang sakunya Rp 100.000 gak usah dikasih ini menjadi perhatian serius bagi Badan Gizi Nasional (BGN) dalam merevisi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, menyatakan bahwa sebanyak 76 sekolah di Pulau Jawa tidak lagi menjadi sasaran program MBG karena dianggap sudah mampu mencukupi kebutuhan gizi secara mandiri. BGN siap coret 8 juta penerima MBG: Anak SMA yang uang sakunya Rp 100.000 gak usah dikasih ini menunjukkan bahwa pemerintah ingin memfokuskan program MBG pada kelompok yang benar-benar membutuhkan intervensi gizi dari pemerintah.
Program MBG kini diarahkan untuk ibu hamil, ibu menyusui, balita, siswa di daerah 3T, serta anak dari keluarga kurang mampu. BGN siap coret 8 juta penerima MBG: Anak SMA yang uang sakunya Rp 100.000 gak usah dikasih ini menunjukkan bahwa pemerintah ingin memastikan bahwa program MBG tepat sasaran dan efektif dalam meningkatkan status gizi masyarakat.
Baca juga:
Selain itu, BGN juga melakukan penyesuaian operasional SPPG pada saat periode hari libur dalam rangka penyelenggaraan program MBG. BGN siap coret 8 juta penerima MBG: Anak SMA yang uang sakunya Rp 100.000 gak usah dikasih ini menunjukkan bahwa pemerintah ingin memastikan bahwa program MBG berjalan efektif dan efisien.
Penyetopan penyaluran MBG selama periode libur sekolah juga dilakukan untuk memfokuskan program MBG pada kelompok yang benar-benar membutuhkan intervensi gizi dari pemerintah. BGN siap coret 8 juta penerima MBG: Anak SMA yang uang sakunya Rp 100.000 gak usah dikasih ini menunjukkan bahwa pemerintah ingin memastikan bahwa program MBG tepat sasaran dan efektif dalam meningkatkan status gizi masyarakat.
Keputusan untuk mencoret 76 sekolah dari daftar penerima manfaat MBG dilakukan berdasarkan pendataan yang telah disusun oleh pemerintah. BGN siap coret 8 juta penerima MBG: Anak SMA yang uang sakunya Rp 100.000 gak usah dikasih ini menunjukkan bahwa pemerintah ingin memastikan bahwa program MBG berjalan efektif dan efisien.
Kesimpulan dari kebijakan ini adalah bahwa pemerintah ingin memfokuskan program MBG pada kelompok yang benar-benar membutuhkan intervensi gizi dari pemerintah. BGN siap coret 8 juta penerima MBG: Anak SMA yang uang sakunya Rp 100.000 gak usah dikasih ini menunjukkan bahwa pemerintah ingin memastikan bahwa program MBG tepat sasaran dan efektif dalam meningkatkan status gizi masyarakat.











