Hesti.id – 17 Juni 2026 | Mahasiswa tuntut MBG disetop, politisi Golkar: Tidak realistis, sama saja minta Prabowo ingkar janji, menjadi salah satu isu hangat di Indonesia. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diluncurkan oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto telah menjadi sorotan publik akhir-akhir ini. Banyak pihak yang mempertanyakan efektivitas dan keberlanjutan program ini, terutama mengingat anggaran yang sangat besar yang diserap untuk melaksanakannya.
Baru-baru ini, aksi demonstrasi mahasiswa di berbagai daerah seperti Jakarta, Medan, Semarang, dan Banjarmasin menyerukan tuntutan agar MBG disetop. Mereka menilai bahwa program ini menjadi saluran pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan meminta agar anggarannya dialihkan ke program yang lebih efektif. Mahasiswa tuntut MBG disetop, politisi Golkar: Tidak realistis, sama saja minta Prabowo ingkar janji, menjadi perdebatan hangat di kalangan politisi dan masyarakat.
Politisi Partai Golkar, Ahmad Irawan, menanggapi tuntutan mahasiswa dengan menyatakan bahwa tuntutan tersebut tidak realistis. Menurutnya, menghentikan MBG sama saja dengan meminta Presiden Prabowo Subianto mengingkari janji politiknya. Irawan berpendapat bahwa MBG merupakan salah satu program unggulan dalam pemerintahan Presiden Prabowo dan telah menjadi komitmen politik yang tidak bisa diingkari begitu saja. Mahasiswa tuntut MBG disetop, politisi Golkar: Tidak realistis, sama saja minta Prabowo ingkar janji, menimbulkan perdebatan tentang komitmen pemerintah terhadap program ini.
Baca juga:
Di sisi lain, Wakil Ketua DPRD Cirebon, Nana Kencanawati, juga menyampaikan komentarnya terkait MBG. Namun, komentarnya malah memicu polemik dan kritik dari masyarakat. Nana kemudian menyampaikan permohonan maaf atas komentarnya yang dianggap tidak tepat. Peristiwa ini menunjukkan bahwa komunikasi pejabat publik dengan masyarakat harus dilakukan dengan hati-hati dan penuh pertimbangan. Mahasiswa tuntut MBG disetop, politisi Golkar: Tidak realistis, sama saja minta Prabowo ingkar janji, menjadi contoh kasus yang menarik perhatian masyarakat luas.
Kritik terhadap MBG tidak hanya datang dari mahasiswa, tetapi juga dari berbagai kalangan masyarakat. Mereka menilai bahwa program ini belum efektif dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama karena masih banyak kasus keracunan yang dilaporkan. Selain itu, dugaan korupsi dalam pengelolaan MBG juga menjadi sorotan Publik. Mahasiswa tuntut MBG disetop, politisi Golkar: Tidak realistis, sama saja minta Prabowo ingkar janji, menunjukkan bahwa perdebatan tentang MBG masih akan terus berlanjut.
Kesimpulan dari perdebatan ini adalah bahwa MBG masih menjadi isu yang sangat hangat dan kontroversial. Mahasiswa tuntut MBG disetop, politisi Golkar: Tidak realistis, sama saja minta Prabowo ingkar janji, menunjukkan bahwa perlu dilakukan evaluasi yang lebih mendalam terhadap program ini. Pemerintah perlu mempertimbangkan kritik dan saran dari masyarakat untuk meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan MBG. Dengan demikian, program ini dapat benar-benar membantu meningkatkan kualitas gizi masyarakat dan mencapai tujuan pembangunan nasional.











