22/06/2026

Mahasiswa Ilmu Komunikasi USM Hidupkan Ritual Adat di CFD Simpang Lima, Masyarakat Antusias

Penulis

Babette Babette Leanne

Mahasiswa Ilmu Komunikasi USM Hidupkan Ritual Adat di CFD Simpang Lima, Masyarakat Antusias
Mahasiswa Ilmu Komunikasi USM Hidupkan Ritual Adat di CFD Simpang Lima, Masyarakat Antusias

Hesti.id – 22 Juni 2026 | Mahasiswa Ilmu Komunikasi USM Hidupkan Ritual Adat di CFD Simpang Lima, Semarang, Minggu (31/5/2026), menjadi daya tarik baru bagi masyarakat yang tengah menikmati akhir pekan. Melalui campaign budaya bertajuk Svara Arunika, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (USM) menghadirkan sejumlah aktivitas edukatif dan interaktif untuk mengenalkan kembali ritual dan upacara adat Nusantara.

Mengusung tagline Suara Tradisi, Cahaya Warisan, Svara Arunika menjadi ruang pengenalan budaya yang dikemas lebih dekat dengan masyarakat. Sejak pagi, booth Svara Arunika ramai dikunjungi warga dari berbagai kalangan usia. Para mahasiswa yang mengenakan busana adat menyambut pengunjung dengan berbagai permainan, kuis, hingga peragaan tradisi.

Salah satu kegiatan yang menarik perhatian warga adalah demo tedhak siten, yakni prosesi adat Jawa yang menggambarkan momen pertama kali seorang anak menginjakkan kaki ke tanah. Banyak pengunjung terlihat antusias menyaksikan prosesi tersebut secara langsung. Mahasiswa Ilmu Komunikasi USM Hidupkan Ritual Adat di CFD Simpang Lima ini menjadi contoh nyata upaya pelestarian budaya.

"Kami ingin budaya terasa menyenangkan dan dekat, bukan sesuatu yang jauh dan kaku," ujar koordinator kegiatan dari mahasiswa Ilmu Komunikasi USM. Dengan ini, Mahasiswa Ilmu Komunikasi USM Hidupkan Ritual Adat di CFD Simpang Lima membuktikan bahwa budaya bisa dibawa dengan cara yang menyenangkan dan interaktif.

Selain demo tedhak siten, pengunjung juga diajak mengikuti kuis tebak ritual dan upacara adat. Dalam kegiatan ini, peserta diuji pengetahuannya tentang berbagai tradisi Nusantara dengan konsep permainan yang ringan dan interaktif. Ada pula card game urutan ritual yang mengajak peserta menyusun tahapan upacara adat secara benar.

Permainan ini menjadi salah satu cara mahasiswa memperkenalkan budaya kepada masyarakat dengan pendekatan yang lebih segar dan tidak membosankan. Tak hanya itu, photo booth bertema busana dan properti adat juga menjadi spot favorit pengunjung. Warga memanfaatkan area tersebut untuk berfoto sekaligus membagikan momen edukatif ke media sosial.

"Bukan hanya anak muda, ibu-ibu, bapak-bapak, hingga lansia pun ikut antusias bermain dan belajar. Inilah yang kami harapkan, budaya menjadi milik semua," ujar Tim Svara Arunika. Melalui kegiatan ini, mahasiswa Ilmu Komunikasi USM ingin mengajak masyarakat untuk kembali mengenal dan melestarikan ritual serta upacara adat Indonesia.

Mahasiswa Ilmu Komunikasi USM Hidupkan Ritual Adat di CFD Simpang Lima menilai, arus modernisasi dan globalisasi membuat banyak tradisi lokal mulai jarang dikenal, terutama oleh generasi muda. Dengan pendekatan komunikasi yang kreatif, visual, dan partisipatif, Svara Arunika berupaya membuktikan bahwa pelestarian budaya bisa dilakukan dengan cara yang relevan dan menyenangkan.

Kegiatan ini juga berhasil menjangkau masyarakat lintas generasi, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua. Sebagian pengunjung bahkan mengaku baru pertama kali mengenal beberapa ritual adat melalui kegiatan tersebut. Svara Arunika bukan hanya menjadi ajang kampanye budaya, tetapi juga menjadi pengingat bahwa Indonesia memiliki kekayaan tradisi yang perlu terus dikenalkan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Dalam upaya melestarikan budaya, Mahasiswa Ilmu Komunikasi USM Hidupkan Ritual Adat di CFD Simpang Lima membuka mata masyarakat akan pentingnya mengenal dan melestarikan warisan leluhur. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat lebih menghargai dan melestarikan budaya Indonesia untuk generasi mendatang.

Related Post

Tinggalkan komentar