Hesti.id – 03 Juli 2026 | Dalam sebuah momen bersejarah, Menteri Luar Negeri Indonesia mengumumkan bahwa Presiden Belarus, Aleksandr Lukashenko, menjadi presiden pertama yang menginap di Istana Negara. Pernyataan ini disampaikan setelah pertemuan bilateral antara Lukashenko dan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada Kamis, 2 Juli 2026 di Istana Merdeka, Jakarta.
Dalam sambutannya, Prabowo menyampaikan betapa berharganya kunjungan Lukashenko ke Indonesia. “Ini adalah kehormatan bagi Republik Indonesia dan rakyat Indonesia untuk menyambut kedatangan Yang Mulia. Kunjungan ini menegaskan hubungan persahabatan yang semakin erat antara kedua negara,” ujarnya. Kunjungan ini juga menjadi yang kedua bagi Lukashenko setelah 13 tahun, dengan kunjungan sebelumnya terjadi pada tahun 2013.
Presiden Lukashenko menegaskan bahwa Indonesia merupakan mitra penting Belarus di kawasan Asia Tenggara. “Indonesia selalu menjadi salah satu partner penting Belarus di Asia Tenggara. Jika Anda hanya memiliki satu teman di kawasan ini, itu sudah cukup bagi saya,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa hubungan kedua negara telah terjalin selama lebih dari tiga dekade, sejak hubungan diplomatik dimulai pada tahun 1993.
Baca juga:
Selama pertemuan, kedua pemimpin membahas beberapa isu strategis, termasuk kerja sama di bidang pertanian, ekonomi, dan teknologi. Prabowo menekankan pentingnya memperkuat Peta Jalan Penguatan Kerja Sama Indonesia-Belarus 2026-2030, yang mencerminkan komitmen kedua negara untuk meningkatkan kerja sama yang saling menguntungkan.
Kedatangan Lukashenko di Istana Merdeka disambut dengan upacara kenegaraan yang meriah. Ritual penyambutan termasuk penampilan kesenian tradisional, seperti Tari Burung Enggang dari Kalimantan Timur, serta penghormatan militer. Ratusan pelajar juga turut serta dalam menyambut kedatangan presiden dengan mengibarkan bendera Indonesia dan Belarus.
Selain itu, Prabowo juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Lukashenko atas sambutan hangat yang diterimanya saat berkunjung ke Belarus pada tahun lalu. “Kunjungan ini adalah peluang untuk memperkuat kemitraan Indonesia-Belarus di tengah dinamika situasi global yang penuh ketidakpastian,” katanya.
Menlu: Lukashenko presiden pertama yang menginap di Istana Negara [titlebase] menjadi salah satu sorotan penting dari kunjungan ini, mengingat ini adalah langkah signifikan dalam memperkuat hubungan bilateral antara kedua negara. Keduanya sepakat untuk terus mendukung satu sama lain dalam berbagai isu internasional.
Setelah pertemuan, Prabowo mengantar Lukashenko menuju Bandara Halim Perdanakusuma untuk melepas kepulangannya. Dalam momen tersebut, Prabowo terlihat mengacungkan jempol kepada Lukashenko sebagai tanda persahabatan dan harapan untuk pertemuan yang lebih baik di masa depan.
Kunjungan ini diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan diplomatik, tetapi juga membawa manfaat konkret bagi masyarakat kedua negara melalui berbagai bentuk kerja sama yang akan ditindaklanjuti.











