3 Juli 2026

OJK Komitmen Tingkatkan Keuangan Berkelanjutan dan Bursa Karbon

Penulis

Aloisa Aloisa

OJK Komitmen Tingkatkan Keuangan Berkelanjutan dan Bursa Karbon
OJK Komitmen Tingkatkan Keuangan Berkelanjutan dan Bursa Karbon

Hesti.id – 03 Juli 2026 | Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya dalam memperkuat keuangan berkelanjutan dan pengembangan bursa karbon di Forum Global. Komitmen ini disampaikan oleh Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, saat menghadiri London Climate Action Week 2026 yang diadakan pada 22-25 Juni 2026, di London, Inggris.

Dalam pernyataannya, Friderica menjelaskan bahwa keberhasilan transisi menuju ekonomi rendah karbon membutuhkan ekosistem pembiayaan yang kredibel dan transparan. “OJK akan memastikan bahwa agenda keuangan berkelanjutan dan pembiayaan transisi tidak hanya sebagai kerangka kebijakan, tetapi juga menjadi mekanisme pasar yang dapat dipercaya,” ungkapnya.

OJK terus memperkuat arsitektur keuangan berkelanjutan melalui berbagai kebijakan. Di antaranya adalah penyempurnaan Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI), penguatan pelaporan keberlanjutan, serta penerapan Climate Risk Management and Scenario Analysis (CRMS). Selain itu, revisi regulasi penerapan keuangan berkelanjutan juga ditargetkan untuk terbit tahun ini.

Pada kesempatan itu, OJK memperkenalkan platform blended finance bernama Satu Karsa kepada investor global. Platform ini bertujuan untuk mendukung proyek karbon berbasis alam, yang mencakup reforestasi, agroforestri, pemulihan lahan kritis, serta pengembangan kredit karbon berkualitas tinggi.

Dalam forum yang membahas tentang pasar karbon, OJK menekankan pentingnya menjaga integritas perdagangan karbon melalui tata kelola yang transparan, serta kualitas data yang dapat diandalkan. Sejak diluncurkannya Bursa Karbon Indonesia pada tahun 2023, telah tercatat transaksi sekitar dua juta ton CO₂ ekuivalen dengan nilai lebih dari Rp93 miliar. Angka ini mencerminkan meningkatnya minat pelaku pasar terhadap mekanisme perdagangan karbon nasional.

Selain itu, OJK juga menggelar beberapa pertemuan bilateral dengan lembaga internasional. Pertemuan ini termasuk kerja sama dengan London School of Economics and Political Science melalui Centre for Economic Transition Expertise (CETEx) serta The Network for Greening the Financial System. Dalam pertemuan tersebut, dibahas tentang penguatan kerja sama dalam pembiayaan transisi, pengelolaan risiko iklim, pengawasan prudensial, serta pengembangan standar keuangan berkelanjutan.

Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk regulator, pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan mitra internasional, OJK berharap sektor jasa keuangan dapat menjadi katalis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih hijau dan berkelanjutan. OJK tegaskan komitmen untuk memperkuat keuangan berkelanjutan dan bursa karbon di forum global menjadi langkah penting dalam mendukung transisi menuju ekonomi yang lebih ramah lingkungan.

Related Post

Tinggalkan komentar